
Festival Perdana Batu Menari Sukses Digelar, Tahun Depan Bakal Dibuka Lebih Luas
Malinau – Festival Budaya Batu Menari yang digelar di Destinasi Wisata Semolon, mulai diproyeksikan menjadi agenda tahunan Kabupaten Malinau. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Malinau, Dr. Kristian, M.Si., saat menyampaikan laporannya pada Festival Budaya Batu Menari di Destinasi Wisata Semolon, Selasa (29/9/2026) malam.
Kristian mengatakan, Festival Batu Menari merupakan kegiatan perdana yang dilaksanakan sebagai bagian dari upaya mengembangkan seni dan budaya sekaligus mendukung sektor pariwisata di Kabupaten Malinau.
Awalnya, kegiatan tersebut direncanakan berlangsung di Desa Setulang. Namun, atas semangat jajaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, lokasi kegiatan kemudian dipindahkan ke kawasan Destinasi Wisata Semolon.
Menurutnya, pelaksanaan festival di malam hari sempat dihadapkan pada kekhawatiran kondisi cuaca. Karena itu, panitia menyiapkan dua skenario pelaksanaan, yakni tetap digelar pada malam hari atau dipindahkan ke pagi hari apabila kondisi alam tidak memungkinkan.
"Puji Tuhan, kegiatan ini bisa kita laksanakan sesuai dengan rencana awal, yaitu pada malam hari," ujar Kristian.
Ia mengungkapkan, Bupati Malinau Wempi W. Mawa memberikan dukungan agar Festival Batu Menari dapat dikembangkan menjadi agenda tahunan daerah.
Untuk itu, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata akan mempersiapkan festival tersebut agar dapat terdaftar sebagai salah satu event Kabupaten Malinau dan dilaksanakan secara berkelanjutan setiap tahun.
Kristian juga mengatakan, ke depan festival tersebut tidak hanya melibatkan penari atau sanggar seni dari Kabupaten Malinau. Pihaknya mencatat sejumlah peserta dari kabupaten/kota di sekitar Malinau juga menunjukkan ketertarikan untuk mengikuti kegiatan tersebut.
"Ke depan festival ini akan kita buka secara umum," katanya.
Ia berharap para pekerja seni di Kabupaten Malinau dapat terus meningkatkan kemampuan dan mempersiapkan diri untuk pelaksanaan festival berikutnya.
Kristian menyebut, saat ini terdapat sekitar 47 sanggar seni di Kabupaten Malinau. Ia berharap seluruh sanggar tersebut nantinya dapat terlibat dalam Festival Batu Menari.
"Harapan kami, apabila kita laksanakan pada waktu-waktu yang akan datang, 47 sanggar seni ini akan terlibat di dalam festival ini," ujarnya.
Selain festival seni, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata juga melakukan pelepasan ikan di Sungai Semolon pada Selasa sore. Menurut Kristian, pelepasan ikan tersebut dimaksudkan sebagai salah satu upaya mendukung daya tarik wisata di kawasan Semolon.
Ia meminta masyarakat untuk bersama-sama menjaga ikan yang telah dilepas agar dapat berkembang dan menjadi bagian dari daya dukung destinasi wisata.
"Kita tabur untuk mendukung destinasi wisata yang ada di Semolon itu sendiri," katanya.
Kristian menegaskan, Festival Batu Menari malam itu bukan menjadi akhir dari rangkaian pengembangan kegiatan, melainkan menjadi langkah awal untuk menghadirkan kegiatan seni budaya yang lebih besar di Kabupaten Malinau.
"Jangan berhenti pada malam hari ini, tapi kita anggap ini baru kita memulainya," tegasnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para penari, pembina seni, panitia, kepala OPD, serta seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan festival tersebut.
Menurutnya, dukungan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam memberikan ruang bagi para pelaku seni untuk terus berkarya sekaligus memperkenalkan potensi budaya Malinau kepada masyarakat dan wisatawan.



