Malinau
Kemendikdasmen Takjub! Praktik Literasi Malinau Bisa Jadi Contoh Nasional
Rully Yulianti Pratiwi
06 February 2026
1 views

Kemendikdasmen Takjub! Praktik Literasi Malinau Bisa Jadi Contoh Nasional

Malinau – Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen, Hafidz Muksin, S.Sos., M.Si., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas komitmen Pemerintah Kabupaten Malinau dalam memajukan literasi masyarakat.

Hal tersebut disampaikannya dalam acara malam ramah tamah Pemkab Malinau bersama Kemendikdasmen di Pondok Ulin, Desa Malinau Hilir, Kamis (5/2/2026).

Menurut Hafidz, kunjungan ke Bumi Intimung menjadi pengalaman berharga karena pihaknya dapat melihat langsung kolaborasi antara pemerintah daerah, satuan pendidikan, hingga komunitas literasi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Ia menegaskan bahwa upaya mencerdaskan kehidupan bangsa tidak dapat dilakukan oleh pemerintah pusat maupun daerah secara sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak.

Hal ini sejalan dengan visi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah untuk mewujudkan pendidikan bermutu bagi semua melalui partisipasi yang nyata.

“Kami hadir untuk belajar langsung berbagai praktik baik yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Malinau, khususnya dalam penguatan literasi masyarakat,” ujarnya.

Hafidz mengaku terinspirasi setelah mengunjungi Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Cerdas Ceria di Desa Kuala Lapang yang digerakkan oleh pegiat literasi, termasuk tokoh pendidikan setempat, Uring.

TBM tersebut mampu mengajak puluhan anak mengisi waktu luang dengan kegiatan membaca, menulis, berhitung, bernyanyi, hingga keterampilan lainnya.

Ia juga mengapresiasi dukungan Pemkab Malinau yang memberikan bantuan fasilitasi bagi setiap TBM, serta peran pemerintah desa/RT dan masyarakat dalam mengalokasikan anggaran untuk kegiatan literasi.

Menurutnya, literasi merupakan fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia. Tanpa kemampuan literasi yang kuat, peningkatan pengetahuan dan wawasan generasi muda akan sulit terwujud.

Ia pun berharap praktik baik di Malinau dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain. Terlebih, dalam waktu dekat Kemendikdasmen akan menggelar konsolidasi nasional pendidikan dasar dan menengah yang diikuti seluruh kepala dinas pendidikan provinsi dan kabupaten/kota.

“Kami akan membawa pengalaman dari Malinau sebagai motivasi untuk disebarluaskan ke daerah lain,” katanya.

Hafidz turut menyampaikan terima kasih kepada mitra pembangunan, khususnya Pemerintah Australia melalui program Inovasi, yang telah mendukung upaya peningkatan literasi di daerah.

Ia juga menilai program wajib belajar yang dicanangkan Pemkab Malinau menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

* Email Anda tidak akan dipublikasikan. Semua kolom wajib diisi.

Memuat komentar...