Malinau
Saat Anak-Anak Malinau Memilih Buku daripada Gawai
Rully Yulianti Pratiwi
05 February 2026
6 views

Saat Anak-Anak Malinau Memilih Buku daripada Gawai

Malinau – Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen, Hafidz Muksin, S.Sos., M.Si., meninjau langsung praktik kolaborasi peningkatan literasi anak di Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Cerdas Ceria, Desa Kuala Lapang, Kamis (5/2/2026).

Kunjungan ini bertujuan melihat praktik baik kerja sama antara satuan pendidikan, TBM, serta pemerintah desa dalam mendorong budaya literasi anak.

Selain itu, praktik tersebut diharapkan dapat diadopsi dan menjadi inspirasi bagi desa maupun daerah lain.

Hafidz mengapresiasi aktivitas anak-anak yang tetap belajar bersama setelah pulang sekolah, mulai dari membaca, berhitung hingga membuat kerajinan.

Menurutnya, hal ini menjadi pemandangan yang tidak biasa di tengah maraknya penggunaan gawai/gadget oleh anak-anak.

“Di sini anak-anak justru belajar bersama dan bermasyarakat. Ini merupakan salah satu wujud dari tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat,” ujarnya.

Ia juga menilai kreativitas dan daya nalar anak berkembang melalui sumber belajar dari buku.

Contohnya, saat berdiskusi mengenai ekosistem dan pentingnya menjaga pohon lempesu, anak-anak mampu menjelaskan dampak kerusakan lingkungan seperti banjir dan longsor jika pohon tersebut ditebang.

Selain peran anak dan masyarakat, Hafidz turut mengapresiasi dukungan pemerintah desa/RT yang mengalokasikan anggaran literasi sebesar Rp15 juta, serta bantuan serupa dari pemerintah kabupaten.

Dana tersebut dimanfaatkan untuk pengadaan rak buku, sarana permainan edukatif, serta fasilitas pendukung kegiatan literasi.

Menurutnya, sinergi antara anak, masyarakat, dan pemerintah menjadi praktik baik yang patut dicontoh daerah lain.

“Kami ingin pembelajaran literasi tidak terputus. Anak belajar di sekolah, lalu dilanjutkan di TBM, sehingga budaya membaca benar-benar tumbuh,” tutupnya.

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

* Email Anda tidak akan dipublikasikan. Semua kolom wajib diisi.

Memuat komentar...