Malinau
Dari Perlengkapan Sekolah hingga Beasiswa Luar Negeri, Bupati: Tak Boleh Ada Anak Malinau Gagal Sekolah karena Ekonomi
Rully Yulianti Pratiwi
06 February 2026
1 views

Dari Perlengkapan Sekolah hingga Beasiswa Luar Negeri, Bupati: Tak Boleh Ada Anak Malinau Gagal Sekolah karena Ekonomi

Malinau- Bupati Malinau, Wempi W. Mawa, S.E., M.H., menegaskan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing, khususnya di wilayah perbatasan.

Hal tersebut disampaikannya dalam sambutan pada kegiatan malam ramah tamah Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Republik Indonesia, beserta rombongan, di Kabupaten Malinau, Kamis (5/2/2026).

Bupati menjelaskan bahwa Kabupaten Malinau memiliki karakteristik wilayah yang sangat strategis sekaligus menantang.

Dengan luas wilayah sekitar 38.000 kilometer persegi, jumlah penduduk sekitar 80 ribu jiwa, serta garis perbatasan sepanjang lebih dari 500 kilometer yang berbatasan langsung dengan Malaysia, Malinau menjadi miniatur Indonesia yang kaya akan keberagaman suku, agama, dan budaya.

“Malinau adalah Indonesia dalam skala kecil. Keberagaman ini harus dijaga, dan salah satu cara paling efektif untuk memperkuat persatuan serta daya saing bangsa adalah melalui pendidikan,” ujar Bupati.

Lebih lanjut, Bupati Wempi memaparkan komitmen Pemkab Malinau dalam menjamin akses pendidikan bagi seluruh anak di wilayahnya melalui program wajib belajar dan pendidikan gratis.

Program tersebut mencakup penyediaan perlengkapan sekolah secara menyeluruh tanpa membedakan latar belakang ekonomi, status kependudukan, maupun asal-usul anak.

“Kami ingin memastikan tidak ada satu pun anak di Malinau yang terhambat sekolah karena faktor ekonomi. Pendidikan adalah hak dasar, sama pentingnya dengan kebutuhan hidup lainnya,” tegasnya.

Bupati juga menekankan bahwa pembangunan SDM tidak hanya berfokus pada akses pendidikan, tetapi juga peningkatan mutu dan kualitas pendidikan.

Pemkab Malinau saat ini tengah mendorong penguatan kualitas tenaga pendidik, fasilitas pendidikan, serta pengembangan SDM melalui pemberian beasiswa, termasuk bagi putra-putri daerah yang menempuh pendidikan di dalam maupun luar negeri.

Selain itu, Bupati Wempi menyampaikan bahwa keberhasilan pembangunan pendidikan memerlukan kolaborasi lintas sektor dan lintas pemerintahan, baik pusat, provinsi, daerah, maupun partisipasi aktif masyarakat.

Ia berharap kunjungan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa dapat memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam pengembangan literasi, bahasa, dan pendidikan di wilayah perbatasan.

“Kami tidak ingin hanya dinilai dari angka dan indikator. Yang terpenting adalah bekerja secara konsisten dan berkelanjutan untuk menyiapkan generasi Malinau yang mampu bersaing dan menjaga kedaulatan bangsa,” pungkasnya.

Kegiatan tersebut menjadi momentum strategis untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun pendidikan dan literasi sebagai pilar utama kemajuan Kabupaten Malinau menuju daerah yang mandiri, tertib, makmur, dan unggul.

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

* Email Anda tidak akan dipublikasikan. Semua kolom wajib diisi.

Memuat komentar...