Malinau
Tak Megah, Tapi Penuh Semangat: Kisah Literasi dari Desa Tanjung Lapang
Rully Yulianti Pratiwi
02 September 2026
2 views

Tak Megah, Tapi Penuh Semangat: Kisah Literasi dari Desa Tanjung Lapang

Malinau- Semangat literasi masyarakat Desa Tanjung Lapang, Kabupaten Malinau, mendapat perhatian saat rombongan Perpustakaan Nasional (Perpusnas), Bappenas, dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) berkunjung ke Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Uwi Sikel Maca, Selasa (1/9/2026).

Kunjungan tersebut turut didampingi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Malinau. Kehadiran rombongan kementerian dan lembaga tersebut disambut langsung Kepala Desa Tanjung Lapang, Yusia Yusuf, bersama para penggiat literasi dan masyarakat.

Dalam sambutannya, Yusia menyampaikan rasa terima kasih dan kehormatan atas kunjungan tersebut. Menurutnya, meski kondisi tempat kegiatan TBM masih sederhana, semangat para penggiat literasi untuk mendampingi anak-anak belajar tetap tinggi.

“Walaupun kami menyampaikan permohonan maaf kalau tempatnya kurang layak, ya inilah semangat dari penggiat literasi yang selama ini melakukan kegiatan bagi anak-anak kami,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Desa Tanjung Lapang memiliki luas wilayah sekitar 11.000 hektare dengan jumlah penduduk hampir 5.000 jiwa yang tersebar di 14 RT. Dari jumlah tersebut, terdapat enam TBM yang saat ini aktif menjalankan kegiatan literasi di tengah masyarakat.

Yusia mengatakan, anak-anak dari RT yang belum memiliki TBM biasanya bergabung dengan TBM yang sudah tersedia. Sejumlah penggiat TBM di desa tersebut juga telah meraih penghargaan atas kegiatan literasi yang mereka lakukan.

“Sudah ada enam TBM yang aktif dan beberapa penghargaan yang sudah diraih oleh penggiat TBM kami. Mereka sangat semangat dan luar biasa,” katanya.

Menurut Yusia, keberadaan TBM tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga ruang bagi anak-anak untuk belajar dan mengembangkan diri. Karena itu, dukungan dari pemerintah dinilai sangat penting untuk menjaga keberlanjutan kegiatan literasi di desa.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Malinau, khususnya Dinas Pendidikan, yang telah memberikan dukungan operasional bagi penggiat TBM sejak tahun sebelumnya.

Sementara itu, bangunan yang digunakan untuk kegiatan TBM Uwi Sikel Maca dibangun melalui kerja sama pemerintah desa dengan pengurus RT. Anggaran RT turut dialokasikan untuk mendukung pembangunan tempat tersebut.

Yusia menjelaskan, lokasi bangunan saat ini sebenarnya merupakan kawasan jalur hijau. Karena itu, bangunan dibuat tidak permanen dan nantinya dapat dipindahkan apabila kawasan tersebut akan ditata menjadi taman.

“Kita manfaatkan karena bangunan ini tidak permanen. Ketika nanti dijadikan tata ruang untuk taman, secara otomatis bangunan ini akan kita pindah,” jelasnya.

Ia berharap kunjungan dari Perpusnas, Bappenas, dan Kemendagri dapat menjadi tambahan semangat bagi para penggiat literasi di Desa Tanjung Lapang untuk terus bergerak dan memberikan manfaat bagi anak-anak.

“Walaupun tempat kami ini tidak layak, Bapak dan Ibu dari dinas maupun kementerian sudah bisa hadir di sini. Ini memberi sukacita dan semangat bagi kami, terutama bagi penggiat-penggiat yang ada di desa ini,” tuturnya.

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

* Email Anda tidak akan dipublikasikan. Semua kolom wajib diisi.

Memuat komentar...