
Sekolah Pedalaman Kekurangan Guru, Pemkab Malinau Siapkan Sejumlah Terobosan
Malinau – Pemerintah Kabupaten Malinau terus mencari solusi untuk mengatasi kekurangan tenaga guru, khususnya di sekolah-sekolah yang berada di wilayah terpencil dan perbatasan.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malinau, Dr. M. Fiteriyadi, S.STP., M.Si., mengatakan persoalan tersebut menjadi salah satu perhatian pihaknya. Saat ini, Dinas Pendidikan melakukan redistribusi guru untuk menyesuaikan kebutuhan masing-masing sekolah, termasuk memenuhi kekurangan guru dengan kompetensi tertentu seperti matematika dan Bahasa Inggris.
Menurut Fiteriyadi, pemenuhan kebutuhan pendidikan tidak selalu harus bergantung pada tenaga guru. Pemerintah juga mulai membuka peluang kolaborasi dengan masyarakat yang memiliki keahlian dan kompetensi tertentu untuk ikut membantu memberikan pengetahuan kepada peserta didik.
Ia mencontohkan sejumlah warga yang bertugas di wilayah pedalaman, seperti pendeta, gembala, polisi maupun TNI, yang memiliki kemampuan tertentu dan bersedia mengabdikan ilmunya kepada anak-anak di sekolah.
“Tidak harus berbasis pendidikan sebagai guru. Kalau memang memiliki kemampuan dan ingin mengabdikan ilmunya, tentu kita bisa manfaatkan untuk membantu sekolah-sekolah yang kekurangan tenaga,” katanya.
Selain persoalan tenaga pendidik, Dinas Pendidikan juga berupaya memastikan guru yang ditugaskan ke daerah terpencil memiliki tempat tinggal yang layak.
Salah satu opsi yang sedang dibahas adalah pemberian bantuan biaya sewa rumah bagi guru yang bertugas di wilayah yang belum memiliki rumah dinas.
“Rumah warga yang tidak ditempati juga bisa kita manfaatkan untuk tempat tinggal guru,” ujarnya.
Menurutnya, keterbatasan fasilitas juga tidak boleh menjadi penghambat proses belajar mengajar. Jika sekolah mengalami kekurangan ruang kelas, fasilitas yang tersedia di tengah masyarakat, seperti balai adat, dapat dimanfaatkan sementara waktu sambil menunggu pembangunan ruang kelas permanen.
Dengan berbagai langkah tersebut, Pemkab Malinau berharap pelayanan pendidikan tetap berjalan meskipun sekolah berada di wilayah yang memiliki keterbatasan tenaga pendidik maupun sarana dan prasarana.



