Malinau
Tak Sekadar Perayaan, Natal Bimas dan Guru Kristen Jadi Momentum Besar Pembangunan SDM
Rully Yulianti Pratiwi
02 March 2026
59 views

Tak Sekadar Perayaan, Natal Bimas dan Guru Kristen Jadi Momentum Besar Pembangunan SDM

Malinau – Perayaan Natal dan ibadah syukur Bimas Kristen bersama Guru Pendidikan Agama Kristen Kabupaten Malinau digelar di Gedung Gereja GKII Tanjung Belimbing, Jumat (27/2/2026).

Dalam suasana penuh sukacita, Bupati Malinau Wempi W Mawa, S.E., M.H., menyampaikan apresiasi kepada para guru agama Kristen yang dinilai memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda.

“Biasanya guru itu pahlawan yang seringkali dilupakan. Maka ketika Natal ini ditutup bersama para guru, itu menjadi sesuatu yang luar biasa,” ujarnya.

Bupati mengajak para guru untuk terus menjadi terang dan garam di tengah masyarakat, sebagaimana pesan khotbah yang disampaikan sebelumnya.

Menurutnya, guru agama tidak hanya bertugas mengajar, tetapi juga menjadi teladan dalam sikap, ucapan, serta pengendalian emosi di tengah dinamika sosial.

Ia menegaskan, pendidikan merupakan amanat konstitusi sebagaimana tertuang dalam UUD 1945 Pasal 31 dan Pasal 28C, yang menegaskan komitmen negara terhadap hak pendidikan dan penguatan nilai keimanan serta ketakwaan. Karena itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), baik secara intelektual maupun spiritual, menjadi tanggung jawab bersama.

“Negara yang kuat adalah negara yang mempersiapkan SDM unggul dengan kualitas manusia yang baik, termasuk karakter dan nilai-nilai akhlaknya,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Bupati juga menjelaskan sejumlah program prioritas Pemerintah Kabupaten Malinau periode kedua kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Jakaria. Lima program inovasi tersebut antara lain Wajib Belajar Malinau Maju, Desa Sarjana, Milenial Mandiri, Program Pesat, dan Smart Government.

Melalui program Wajib Belajar Malinau Maju, Pemkab menjamin seluruh anak di Kabupaten Malinau dari jenjang TK hingga SMA/SMK, baik negeri maupun swasta, mendapatkan perlengkapan sekolah agar tidak ada anak yang putus sekolah karena keterbatasan biaya.

Sementara Program Desa Sarjana memberikan kesempatan kepada putra-putri dari 109 desa untuk menempuh pendidikan tinggi dengan pembiayaan penuh dari pemerintah daerah, mulai dari biaya kuliah hingga biaya hidup. Mereka nantinya diwajibkan kembali mengabdi di desa asalnya.

Program Milenial Mandiri difokuskan pada peningkatan keterampilan dan akses kerja generasi muda, termasuk dukungan permodalan.

Sedangkan Program Pesat mendukung ketahanan pangan daerah melalui Satgas Ketahanan Pangan yang mengelola lahan produktif. Adapun Smart Government diarahkan pada peningkatan pelayanan publik berbasis teknologi.

Di akhir sambutan, Bupati berharap para guru agama Kristen menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan generasi Malinau yang unggul, berkarakter, dan siap bersaing di masa depan.

“Bapak Ibu akan kembali ke sekolah masing-masing dengan tanggung jawab besar. Mari bersama membangun SDM yang kuat, agar Malinau semakin maju dan sejahtera,” tutupnya.

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

* Email Anda tidak akan dipublikasikan. Semua kolom wajib diisi.

Memuat komentar...