
PKK Malinau Ingatkan 10 Indikator PHBS, dari ASI Eksklusif hingga Bebas Asap Rokok
Malinau – Tim Penggerak PKK Kabupaten Malinau mengajak masyarakat Desa Lidung Kemenci untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di lingkungan keluarga.
Pesan tersebut disampaikan dr. Imelda, perwakilan PKK Kabupaten Malinau, saat memberikan sosialisasi PHBS di Posyandu Desa Lidung Kemenci, Kamis (10/9/2026).
Dalam sosialisasinya, dr. Imelda menjelaskan bahwa PHBS bukan hanya menjadi tanggung jawab satu orang dalam keluarga. Seluruh anggota keluarga, mulai dari anak, orang tua hingga anggota keluarga lainnya, perlu mengetahui, mau dan mampu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.
Ia menyebut terdapat 10 indikator PHBS dalam rumah tangga yang perlu diperhatikan. Di antaranya persalinan yang ditolong tenaga kesehatan, pemberian ASI eksklusif selama enam bulan, serta penimbangan balita secara rutin setiap bulan di Posyandu.
“Mulai dari remaja, sebelum kehamilan, saat kehamilan hingga setelah melahirkan harus dipantau. Karena itu, ibu-ibu diharapkan rutin datang ke Posyandu,” ujarnya.
Untuk bayi, pemberian ASI eksklusif selama enam bulan juga menjadi perhatian penting. Setelah enam bulan, pemberian ASI dilanjutkan dengan makanan pendamping ASI (MPASI) sesuai kebutuhan anak.
Selain itu, masyarakat diingatkan menggunakan air bersih, mencuci tangan menggunakan air bersih dan sabun, menjaga kebersihan jamban, serta memberantas jentik nyamuk secara rutin di lingkungan rumah.
“Kita harus membiasakan mencuci tangan, terutama setelah bermain, setelah buang air besar dan sebelum mengonsumsi makanan. Ini penting untuk mencegah penularan penyakit,” jelasnya.
PHBS juga mencakup kebiasaan mengonsumsi buah dan sayur setiap hari. Menurutnya, buah dan sayur mengandung berbagai vitamin dan nutrisi yang dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan anak, sehingga pemenuhan gizi tidak hanya bergantung pada vitamin atau obat-obatan.
Masyarakat juga diajak melakukan aktivitas fisik setiap hari serta menghindari kebiasaan merokok di dalam rumah. Asap rokok, termasuk residu yang menempel pada pakaian perokok, dapat menjadi salah satu faktor yang memicu gangguan saluran pernapasan pada anak.
Ia menegaskan, penerapan PHBS memberikan manfaat besar bagi keluarga, mulai dari menjaga kesehatan, mendukung tumbuh kembang anak agar sehat dan cerdas, mencegah stunting, hingga mengurangi pengeluaran keluarga untuk biaya pengobatan.
Karena itu, PKK Kabupaten Malinau mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif membangun kebiasaan hidup bersih dan sehat, dimulai dari lingkungan keluarga dan diterapkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.



