Malinau
Penguji UKW Tekankan Profesionalisme dan Etika Jurnalistik di Tengah Perkembangan Teknologi
Rully Yulianti Pratiwi
14 September 2026
13 views

Penguji UKW Tekankan Profesionalisme dan Etika Jurnalistik di Tengah Perkembangan Teknologi

Malinau, 11 September 2026 – Penguji Kompetensi Wartawan, Akhmad Edhy Aruman menekankan pentingnya peningkatan kompetensi, profesionalisme, dan penerapan kode etik jurnalistik bagi insan pers di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan media digital.

Hal tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan pada kegiatan Pelatihan Jurnalistik dan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Kabupaten Malinau Tahun 2026 di Ruang Laga Fratu, Kantor Bupati Malinau, Jumat (11/9/2026).

Edhy Aruman mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Malinau melalui Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokompim) atas dukungan dan fasilitasi terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.

Menurutnya, UKW menjadi bagian penting dalam meningkatkan kompetensi sekaligus memastikan wartawan menjalankan tugas sesuai standar dan kode etik jurnalistik.

“UKW bukan sekadar memperoleh sertifikat, tetapi mengukur pengetahuan, keterampilan, dan pemahaman wartawan terhadap etika jurnalistik,” ujarnya.

Ia mengatakan, perkembangan teknologi dan platform digital membuat arus informasi semakin cepat. Namun, kecepatan tersebut tidak boleh mengorbankan akurasi dan prinsip jurnalistik.

“Kecepatan tidak boleh mengalahkan akurasi. Verifikasi, keseimbangan, independensi, etika, dan tanggung jawab kepada publik harus tetap menjadi prinsip utama,” tegasnya.

Akhmad Edhy Aruman juga menyoroti pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam dunia jurnalistik. Menurutnya, teknologi dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu, tetapi tidak boleh menggantikan sikap kritis dan tanggung jawab wartawan.

“AI boleh dimanfaatkan, tetapi setiap informasi tetap harus diverifikasi dan diuji kebenarannya sebelum dipublikasikan,” katanya.

Selain itu, Akhmad Edhy Aruman mengingatkan agar wartawan tidak sekadar menyalin informasi dari narasumber atau hasil teknologi tanpa melakukan verifikasi dan pengolahan jurnalistik.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kualitas wartawan tidak hanya ditentukan oleh kepemilikan sertifikat kompetensi, tetapi juga oleh integritas dan tanggung jawab dalam menjalankan profesi.

“Wartawan tidak hanya dibuktikan melalui sertifikat, tetapi melalui kerja profesional dan tanggung jawab kepada publik,” ungkapnya.

Akhmad Edhy Aruman berharap kegiatan tersebut menghasilkan wartawan yang profesional, kritis, berimbang, akurat, dan mampu mengikuti perkembangan teknologi tanpa meninggalkan prinsip dasar jurnalistik.

“Kita membutuhkan wartawan yang profesional dan kritis, cepat tetapi tetap akurat, serta mampu mengikuti perkembangan teknologi tanpa meninggalkan etika jurnalistik,” pungkasnya.

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

* Email Anda tidak akan dipublikasikan. Semua kolom wajib diisi.

Memuat komentar...