Malinau
Pemkab Malinau Dorong Festival Sumingkawot Jadi Agenda Budaya Tahunan
Rully Yulianti Pratiwi
21 September 2026
3 views

Pemkab Malinau Dorong Festival Sumingkawot Jadi Agenda Budaya Tahunan

Malinau- Bupati Malinau yang diwakili Plh Sekda Malinau Drs. H. Kamran Daik, M.Si., secara resmi membuka Festival Budaya Sumingkawot yang digelar di Balai Adat Desa Salap, Jumat (18/9/2026).

Dalam sambutan Bupati Malinau yang dibacakannya, H. Kamran menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para pemuda Dayak Tahol, panitia pelaksana, tokoh adat, pemerintah desa, serta seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya festival tersebut.

Menurutnya, Festival Sumingkawot memiliki makna lebih besar dari sekadar perlombaan. Kegiatan ini berawal dari gagasan untuk mendokumentasikan Sumingkawot sebagai salah satu permainan tradisional masyarakat Dayak Tahol.

“Budaya tidak cukup hanya kita simpan dalam cerita atau dokumentasi. Budaya harus dihidupkan, diperhatikan, dikenalkan dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujarnya saat membacakan sambutan Bupati.

Ia berharap festival tersebut terus dikembangkan dan diperbaiki sehingga pada pelaksanaan tahun berikutnya dapat menampilkan lebih banyak kekayaan budaya Dayak Tahol, tanpa menghilangkan nilai-nilai yang diwariskan leluhur.

Bupati juga mendorong agar generasi muda, khususnya pelajar dari tingkat SD, SMP hingga SMA, lebih banyak dilibatkan. Menurutnya, keterlibatan generasi muda penting agar mereka mengenal dan memiliki kebanggaan terhadap budaya daerahnya sendiri.

“Jangan malu dengan budaya kita. Mari kita jadikan budaya sebagai sesuatu yang hidup dan membanggakan,” pesannya.

Selain Sumingkawot, ia berharap festival ke depan dapat diisi dengan berbagai permainan tradisional, kesenian, bahasa, pakaian adat, kerajinan, kuliner hingga cerita dan kekayaan budaya Dayak Tahol lainnya.

Ia menilai kolaborasi antara generasi tua dan generasi muda menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan budaya. Para sesepuh memiliki pengetahuan dan pengalaman, sementara generasi muda memiliki energi, kreativitas serta kemampuan untuk mengembangkan budaya sesuai perkembangan zaman.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mengapresiasi upaya pembuatan dokumenter tentang Sumingkawot. Dokumentasi dinilai penting sebagai arsip budaya agar pengetahuan mengenai permainan tradisional tersebut tidak hilang dan dapat dipelajari oleh generasi berikutnya.

Ia berharap Festival Sumingkawot dapat menjadi agenda tahunan yang terus berkembang dengan melibatkan lebih banyak masyarakat dan generasi muda, termasuk masyarakat Dayak Tahol yang berada di Kabupaten Malinau maupun Kabupaten Nunukan.

“Semoga tahun depan kita dapat kembali berkumpul dengan kegiatan yang lebih besar, lebih banyak generasi muda yang terlibat dan semakin banyak kekayaan budaya Dayak Tahol yang dapat kita tampilkan dan kita wariskan,” katanya.

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

* Email Anda tidak akan dipublikasikan. Semua kolom wajib diisi.

Memuat komentar...