Malinau
Irau Malinau Masuk KEN 2026, Perputaran Uang Tembus Rp9,94 Miliar
Rully Yulianti Pratiwi
27 October 2026
2 views

Irau Malinau Masuk KEN 2026, Perputaran Uang Tembus Rp9,94 Miliar

Malinau– Bupati Malinau, Wempi W. Mawa, S.E., M.H., menyampaikan rasa bangga atas suksesnya penyelenggaraan Irau Malinau ke-12 dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Malinau Tahun 2026. Selain memperkuat persatuan dalam keberagaman, perayaan tahun ini juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat.

Dalam sambutannya pada malam penutupan Irau Malinau di Panggung Budaya Padan Liu' Burung, Senin (26/10/2026), Bupati Wempi mengungkapkan bahwa Irau Malinau Tahun 2026 menjadi salah satu dari 125 event terpilih dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.

Menurutnya, pencapaian tersebut menjadi kebanggaan seluruh masyarakat sekaligus membuka peluang lebih besar bagi pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di Kabupaten Malinau.

“Jadi, Irau Kabupaten Malinau tidak dua tahun sekali lagi, tetapi sudah ditetapkan menjadi tiap tahun di Bumi Intimung Kabupaten Malinau,” ungkap Wempi.

Ia berharap, masuknya Irau Malinau dalam KEN 2026 dapat meningkatkan kunjungan wisatawan, memperluas promosi budaya daerah, serta membuka peluang usaha bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), seniman, budayawan, dan industri kreatif lokal.

Tak hanya sukses dari sisi budaya dan pariwisata, Irau Malinau ke-12 juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan.

Berdasarkan pendataan yang dilakukan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) bersama Badan Pusat Statistik (BPS) dan Politeknik Malinau, jumlah pengunjung yang datang ke arena Pusat Layanan Batas (PLB) hingga 25 Oktober 2026 mencapai 34.636 orang.

Dari aktivitas tersebut, perkiraan pengeluaran pengunjung mencapai Rp2,95 miliar. Sementara itu, total perputaran uang selama penyelenggaraan Irau Malinau Tahun 2026 tercatat sebesar Rp9.941.204.634 atau sekitar Rp9,94 miliar.

Bupati Wempi menyebut angka tersebut masih berpotensi meningkat karena pendataan dilakukan hingga menjelang penutupan acara.

“Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan gambaran dari aktivitas ekonomi masyarakat yang bergerak bersama,” ujarnya.

Ia menjelaskan, manfaat ekonomi tersebut dirasakan berbagai lapisan masyarakat, mulai dari pedagang kecil, pelaku UMKM, penyedia jasa transportasi, hingga usaha akomodasi dan kuliner.

Karena itu, ia berharap dampak positif Irau tidak berhenti setelah perayaan berakhir. Peluang usaha, pengalaman, dan jejaring yang telah terbentuk diharapkan menjadi modal bagi masyarakat untuk terus mengembangkan ekonomi lokal.

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

* Email Anda tidak akan dipublikasikan. Semua kolom wajib diisi.

Memuat komentar...