Malinau
DKPPKB Malinau Apresiasi Komitmen Desa Seruyung Tangani Stunting
Rully Yulianti Pratiwi
14 September 2026
4 views

DKPPKB Malinau Apresiasi Komitmen Desa Seruyung Tangani Stunting

Malinau – Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Kabupaten Malinau, Yuli Triana, S.Sos., M.Si., mengapresiasi komitmen Pemerintah Desa Seruyung dalam melakukan langkah nyata untuk mencegah dan menangani stunting di wilayahnya.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan sosialisasi pencegahan stunting, edukasi manfaat daun kelor, penanaman pohon kelor serentak, serta cek kesehatan gratis di Desa Seruyung, Jumat (11/9/2026).

Yuli mengatakan, kegiatan tersebut menjadi langkah awal yang sederhana, namun memiliki arti penting bagi masa depan generasi penerus, khususnya masyarakat Desa Seruyung.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Kepala Desa Seruyung beserta jajaran, kader Posyandu, BPD, LPM, RT, PKK, serta masyarakat yang turut terlibat. Menurutnya, kehadiran seluruh pihak menunjukkan adanya komitmen bersama untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, bukan sekadar mengikuti kegiatan seremonial.

Yuli menjelaskan, Kecamatan Malinau Utara saat ini menjadi pilot project dalam penanganan stunting. Di 12 desa yang ada di wilayah tersebut, pemerintah menugaskan person in charge (PIC) untuk melakukan pendampingan.

“Pendamping bukan menjadi pengganti kepala desa, tetapi mendampingi, memotivasi dan mengarahkan agar desa dapat melakukan kegiatan-kegiatan nyata dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting,” jelasnya.

Ia berharap langkah serupa dapat dilakukan desa-desa lainnya di Kecamatan Malinau Utara. Menurutnya, upaya penanganan stunting harus berorientasi pada aksi nyata dan dilakukan secara berkelanjutan.

Yuli juga menyoroti kondisi balita stunting di Desa Seruyung yang saat ini tercatat sebanyak lima anak. Ia menegaskan, pemerintah bersama masyarakat akan terus melakukan pendampingan agar anak-anak tersebut dapat mengalami perbaikan pertumbuhan dan keluar dari status stunting.

Selain penanganan balita, pencegahan juga harus dilakukan sejak remaja putri, ibu hamil, hingga ibu melahirkan. Karena itu, menurut Yuli, setiap potensi masalah kesehatan harus segera diidentifikasi dan ditindaklanjuti.

“Kalau kita sudah tahu akar masalahnya, kita bisa mengambil langkah terhadap masalah tersebut. Itu yang harus dilakukan oleh tim TPPS desa yang diketuai kepala desa dan didampingi ibu kepala desa,” katanya.

Yuli menegaskan, penanganan stunting membutuhkan kerja sama seluruh pihak, mulai dari pemerintah desa, TPPS, PIC, Puskesmas, Pustu, kader Posyandu hingga masyarakat.

“Kita berlomba dengan waktu. Semakin kita melakukan pembiaran terhadap balita stunting, semakin menurun kualitas kesehatannya. Oleh karena itu, kita harus bergerak cepat,” tegasnya.

Ia berharap kegiatan di Desa Seruyung tidak berhenti setelah acara selesai. Menurutnya, aksi nyata dalam pencegahan dan penanganan stunting harus terus dilakukan secara konsisten demi mewujudkan generasi Desa Seruyung yang sehat dan berkualitas.

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

* Email Anda tidak akan dipublikasikan. Semua kolom wajib diisi.

Memuat komentar...