Malinau
Curah Hujan Tak Terduga, Bupati Malinau Instruksikan Camat Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Banjir
Rully Yulianti Pratiwi
01 April 2026
5 views

Curah Hujan Tak Terduga, Bupati Malinau Instruksikan Camat Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Banjir

Malinau – Bupati Malinau, Wempi W Mawa, S.E., M.H., menginstruksikan para camat untuk meningkatkan kewaspadaan serta respons cepat terhadap dampak banjir yang kerap terjadi akibat tingginya curah hujan di wilayah Kabupaten Malinau.

Instruksi tersebut disampaikan Bupati saat kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang berlangsung di Ruang Laga Feratu, Selasa (31/3/2026).

Dalam arahannya, Bupati Wempi mengungkapkan bahwa kondisi cuaca saat ini cukup sulit diprediksi. Curah hujan yang terjadi hampir setiap hari menyebabkan banjir berulang di sejumlah wilayah, bahkan dalam rentang waktu yang singkat.

“Sekarang ini agak sulit kita prediksi. Hampir setiap hari hujan dan dalam seminggu bisa terjadi banjir lagi. Selain itu, banjir yang terjadi juga tidak merata di setiap wilayah,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya peran camat dalam memantau kondisi wilayah masing-masing, terutama daerah pedalaman dan perbatasan yang aksesnya terbatas dibandingkan kawasan perkotaan.

Menurutnya, kondisi curah hujan yang tinggi tidak hanya berdampak pada meningkatnya debit air sungai, tetapi juga mempengaruhi kondisi jalan, arus transportasi, hingga akses masyarakat terhadap berbagai aktivitas, khususnya di sektor pertanian.

“Kalau di kota mungkin masih bisa kita pantau secara maksimal, tapi bagaimana dengan wilayah pedalaman dan perbatasan. Ini yang harus menjadi perhatian serius,” tegasnya.

Bupati juga meminta agar jalur-jalur yang menjadi akses utama masyarakat tetap diperhatikan dan dijaga agar tetap dapat digunakan secara optimal.

Hal ini penting agar aktivitas masyarakat tidak terganggu, terutama bagi para petani yang sangat bergantung pada akses jalan.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa upaya perbaikan jalan harus dilakukan secara maksimal dengan memanfaatkan sumber daya yang ada. Pasalnya, keterbatasan biaya operasional alat berat menjadi salah satu tantangan dalam penanganan infrastruktur di lapangan.

Ia juga menyoroti beberapa titik yang mengalami kerusakan cukup parah, seperti di wilayah Mentarang dan daerah kemakmuran yang dilaporkan mengalami akses jalan terputus.

“Tolong segera ditangani, karena itu merupakan jalur vital dan menjadi akses utama bagi aktivitas masyarakat, khususnya di sektor pertanian,” pintanya.

Dengan penanganan yang cepat dan tepat, diharapkan masyarakat tetap dapat beraktivitas dengan baik meskipun di tengah kondisi cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini.

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

* Email Anda tidak akan dipublikasikan. Semua kolom wajib diisi.

Memuat komentar...