Malinau
7.000 Buku Masuk Perpustakaan Digital, Langkah Baru Pendidikan di Malinau
Rully Yulianti Pratiwi
29 September 2026
3 views

7.000 Buku Masuk Perpustakaan Digital, Langkah Baru Pendidikan di Malinau

Malinau – Bupati Malinau Wempi W. Mawa, S.E., M.H., secara resmi melaunching Perpustakaan Digital Sekolah Kristen Mawar Sharon Alfa dan Omega yang berada di bawah naungan Yayasan Bethany Dian Kaltara, Senin (28/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Desa Respen Tubu, Kecamatan Malinau Utara, tersebut menjadi langkah baru dalam mendorong pemanfaatan teknologi digital di bidang pendidikan Kabupaten Malinau.

Dalam sambutannya, Bupati Wempi mengatakan perkembangan teknologi yang begitu cepat membuat persaingan semakin tinggi. Karena itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) perlu dilakukan sejak dini agar generasi muda tidak tertinggal.

“Jika negara Indonesia ingin maju, maka yang pertama diselesaikan adalah SDM,” ujarnya.

Menurutnya, negara yang maju bukan hanya negara yang mampu menerima perkembangan teknologi, tetapi juga negara yang mampu menciptakan inovasi. Untuk itu, pendidikan menjadi salah satu kunci penting dalam mempersiapkan generasi yang mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.

Bupati Wempi mengapresiasi Yayasan Bethany Dian Kaltara dan Sekolah Kristen Mawar Saron Alfa dan Omega yang telah menghadirkan perpustakaan digital di Kabupaten Malinau.

Ia menilai kehadiran fasilitas tersebut sejalan dengan semangat Pemerintah Kabupaten Malinau dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui program Wajib Belajar Malinau Maju dan pengembangan digitalisasi melalui program Smart Government.

“Ini sesuatu yang baru bagi Kabupaten Malinau. Perpustakaan digital ini nantinya memiliki sekitar 7.000 buku yang akan diinput ke dalam sistem,” katanya.

Bupati berharap keberadaan perpustakaan digital tersebut tidak hanya dimanfaatkan oleh peserta didik, tetapi juga dapat menjadi contoh yang bisa dikembangkan di sekolah-sekolah lainnya, khususnya di wilayah pedalaman.

Ia bahkan meminta Dinas Pendidikan untuk mempelajari sistem yang diterapkan di Sekolah Kristen Mawar Sharon Alfa dan Omega sehingga memungkinkan untuk diadopsi dan dikembangkan di sekolah lain.

Menurut Bupati Wempi, digitalisasi dapat menjadi salah satu solusi untuk mengatasi keterbatasan sarana dan prasarana pendidikan di wilayah pedalaman dan perbatasan. Dengan dukungan teknologi, proses pembelajaran dapat menjangkau siswa di berbagai wilayah tanpa harus selalu bergantung pada keterbatasan tenaga pendidik maupun akses fisik.

Selain berbicara mengenai digitalisasi, Bupati juga menekankan pentingnya membentuk karakter dan kemandirian generasi muda. Ia berpesan kepada para siswa agar selalu berdoa, menghormati orang tua, serta menghargai dan menyayangi guru.

Bupati juga mengaitkan penguatan pendidikan dengan pentingnya menjaga sumber daya alam. Menurutnya, generasi muda harus dibentuk agar tidak hanya mampu memanfaatkan kekayaan alam, tetapi juga memiliki kesadaran untuk menjaga dan mengelolanya secara berkelanjutan.

Bupati juga menyampaikan apresiasi atas upaya Yayasan Bethany Dian Kaltara yang terus mengembangkan pusat pendidikan. Ia menyebut fasilitas pendidikan yang diresmikan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama dalam mempersiapkan generasi masa depan.

Dengan diluncurkannya Perpustakaan Digital Sekolah Kristen Mawar Sharon Alfa dan Omega, diharapkan peserta didik semakin mudah mengakses bahan bacaan dan sumber pengetahuan, sekaligus terbiasa memanfaatkan teknologi secara positif untuk mendukung proses belajar.

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

* Email Anda tidak akan dipublikasikan. Semua kolom wajib diisi.

Memuat komentar...