Malinau
?Pedasnya? Harga Cabai di Malinau
DISKOMINFO MALINAU
13 February 2017
603 views

?Pedasnya? Harga Cabai di Malinau

MALINAU- Jika saat perayaan natal dan tahu baru harga cabai mencapai Rp 150 per kilogram (kg), hal tersebut dinilai lazim, mengingat meningkatnya kebutuhan masyarakat. Seiring perjalanan waktu, harga tersebut pun mengalami penurunan sebesar Rp 30 ribu atau menjadi Rp 120 ribu per kg. Namun, harga cabai di Kabupaten Malinau kembali ‘pedas’, pasalnya kini per kg, bisa mencapai Rp 180 ribu.

Hal ini tentunya sangat dikeluhkan pedagang maupun konsumen, terlebih yang memiliki usaha dagang makanan siap saji menggunakan cabai dengan porsi yang banyak. Salah satu pedagang di Pasar Induk Malinau yang sehari-hari berjualan sayur-sayuran sangat susah menjaul cabai dengan harga yang ‘pedas’ tersebut.

“Bagaimana saat ini kita menjual cabai?  Harga dari distributor yang di suplay ke kami saja Rp 180 ribu. jadi harga jual perkilogram dipasaran bisa lebih karena mengejar keuntungan. Itupun ambil untungnya sedikit, kalau dari kita (penjual) mengambil banyak, pastinya pembeli juga enggan membelinya,” ungkap Nur hayati salah satu pedagang cabai di Pasar Induk.

Lain halnya dengan Astuti yang sudah lebih dari 3 tahun berdagang cabai di Pasar Induk Malinau. Ia  mengaku sudah lumrah dengan ‘pedasnya’ harga cabai, karena cabai tidak diproduksi di wilayah sendiri.

“Kita harus maklum, karena Malinau yang luasan wilayahnya ini tidak memproduksi cabai sendiri. Meskipun tanah tidak cocok atau dengan alasan lain, setidaknya pemerintah bisa mengarahkan agar petaninya bisa dibimbing untuk menanam cabai sehingga kebutuhan pasar di Malinau bisa disuplay dari wilayahnya sendiri,” tegas Astuti.

Pemerintah sendiri melalui Disperindakop Malinau belum bisa ditemui karena sedang melaksanakan tugas. Sebelumnya juga sempat ditanggapi oleh Kepala Dinas Disperindakop yang lama bahwa pihaknya akan survei ke lapangan tentang harga pasar. Namun dengan adanya pergantian kepala dinas yang baru dengan adanya pelantikan beberapa waktu lalu belum ada terusan kepastian tentang harga pasar agar tidak semakin meroket. (ewy/udn)

sumber : kaltara.prokal.co

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

* Email Anda tidak akan dipublikasikan. Semua kolom wajib diisi.

Memuat komentar...