Malinau
Momen Mengharukan, Saat Kemendikdasmen Bacakan Surat Siswa SMA Malinau Ungkap Sosok Pemimpin Idaman Momen Mengharukan, Saat Kemendikdasmen Bacakan Surat Siswa SMA Malinau Ungkap Sosok Pemimpin Idaman
Rully Yulianti Pratiwi
06 February 2026
1 views

Momen Mengharukan, Saat Kemendikdasmen Bacakan Surat Siswa SMA Malinau Ungkap Sosok Pemimpin Idaman Momen Mengharukan, Saat Kemendikdasmen Bacakan Surat Siswa SMA Malinau Ungkap Sosok Pemimpin Idaman

Malinau – Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen, Hafidz Muksin, S.Sos., M.Si., membacakan surat dari seorang pelajar SMA Negeri 1 Malinau saat audiensi bersama Pemerintah Kabupaten Malinau di Ruang Laga Feratu, Jumat (6/2/2026).

Surat yang ditulis Afifah Ashila tersebut berisi ungkapan rasa syukur dan kebanggaan karena memiliki pemimpin daerah yang peduli terhadap pendidikan. Dalam surat itu disebutkan, para pelajar tidak hanya menerima bantuan program sekolah, tetapi juga merasakan keyakinan bahwa masa depan mereka dijaga dan diperjuangkan.

Menurut Hafidz, goresan tangan seorang anak dalam surat tersebut mencerminkan harapan besar generasi muda untuk meraih masa depan. Ia menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya dimulai dari sekolah, tetapi berawal dari keluarga, terutama peran ibu sebagai pendidik pertama bagi anak.

Karena itu, ia menyampaikan apresiasi kepada para Bunda Literasi yang telah berperan menanamkan nilai kesantunan, kepercayaan diri, dan kecintaan belajar sejak dari rumah. Dukungan kemudian dilanjutkan di sekolah melalui peningkatan kompetensi guru serta penyediaan buku bacaan yang menarik.

Hafidz juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam mendukung pendidikan. Tanpa lingkungan sosial yang baik, upaya keluarga dan sekolah tidak akan berjalan optimal. Ia pun memberikan apresiasi kepada pengelola Taman Bacaan Masyarakat (TBM) di Kabupaten Malinau yang turut memperkuat budaya literasi.

Dalam kesempatan itu, Hafidz mengaku bangga melihat kemampuan siswa SDN 002 Malinau Barat, yang tampil percaya diri membacakan dongeng. Ia juga mengapresiasi buku cerita yang digunakan merupakan karya guru-guru dari Kabupaten Malinau.

“Ini menunjukkan bahwa ekosistem literasi di Malinau telah tumbuh dari keluarga, sekolah, hingga masyarakat,” ujarnya.

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

* Email Anda tidak akan dipublikasikan. Semua kolom wajib diisi.

Memuat komentar...