Malinau
YANSEN TP: Tidak Harus di Kantor
DISKOMINFO MALINAU
09 February 2017
519 views

YANSEN TP: Tidak Harus di Kantor

MALINAU –  Ada pemandangan berbeda yang tampak di salah satu warung, Malinau, akhir Januari lalu. Beberapa Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terdiri dari unsur camat, kepala desa dan seluruh RT Malinau Kota tampak serius mendengar penyampaian Bupati dan Wakil Bupati Malinau di salah satu warung makan Komplek Pelangi, Malinau.

Kedatangan bupati dan wakil bupati ini bukan dalam rangka melakukan tinjauan melainkan melakukan rapat bersama seluruh unsur camat, kepala desa dan seluruh ketua RT Malinau Kota. Jika di kota atau kabupaten lainnya di Kaltara, pimpinan rapat menggelar rapat secara resmi dan formal di dalam gedung, berbeda dengan yang dilakukan bupati dan wakil bupati Malinau, Yansem  TP, M.Si dam Topan Amrullah, S. Pd,. M.Si.

Melalui terobosan barunya, bupati dan wakil bupati mulai mencanangkan pembangunan yang dimulai dari bawah melalui program Gerakan Desa Membangun (Gardema). Implementasinya, rapat yang biasa umum dilakukan di kantor, kini dilakukan bupati di salah satu warung makan. Tujuannya tak lain, untuk mendengar langsung aspirasi perangkat daerah di tingkat RT, dan menjalin kedekatan serta keakraban dengan masyarakat.

Sejak priode pertama hingga memasuki periode kedua kepemimpinan  Bupati Malinau, Dr. Yansen TP, M.Si dan Wakil Bupati,  Topan Amrullah, S.Pd, M.Si, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau fokus membangun program Gerakan Desa Membangun (Gerdema).

Di periode kedua, pembangunan lebih difokuskan dan menyasar serta menjangkau hingga ke tingkat RT melalui program RT Bersih. Dengan program pembangunan yang langsung menyentuh masyarakat tingkat bawah tersebut, Yansen dan Topan tidak segan-segan turun langsung ke lapangan untuk melihat proses pembangunan.

Meski rapat digelar di warung, tak mengurangi tujuan yang akan dibahas. Bupati dan wabup pun tampak santai  memimpin rapat yang mungkin saja jarang dilakukan oleh pimpinan daerah lainnya di Kaltara.

 “Saya bersyukur kita hari ini ada di Kuliner Pelangi ini.Ya,mungkin menurut bapak ibu tidak terhormat kita rapat di sini, tapi bagi saya,  saya sangat terhormat rapat di sini,” ujar Bupati Yansen TP.

Bagaimanapun juga, kata bupati, pemerintah harus memberi akses kepada para pedagang. Rapat digelar diwarung justru akan menambah keakraban dan silaturahmi langsung kepada masyarakat. “Apalagi kita makan di sini (warung Kuliner Pelangi, Red.), artinya jadi masyarakat yang lain pun tidak perlu ragu,” cetusnya.Bupati  mengimbau kepada para pemilik warung  serta pelayan yang menyediakan makanan untuk tetap memperlakukan pelanggan dengan baik terlepas dari siapapun pelanggan yang datang. “ Ini sesuai dengan program RT Bersih, membina para pemilik warung dan pelayannya juga bagian dari tugas ketua RT untuk membinanya. Semua harus dilayani dengan baik,” ungkapnya.Lalu mengapa bupati menggelar rapat di warung? Sedikit jawaban yang dilontarkan pria yang murah senyum ini, mengungkap untuk urusan rapat, di manapun lokasinya tidak menjadi masalah. Esensinya, yang terpenting adalah apa yang akan dibicarakan, dan apa tujuan dari pembahasan. “Jadi saya sudah sampaikan, saya tidak mau banyak-banyak lagi rapat di kantor bupati, kalaupun rapat, rapat koordinasi biasa, tapi kalau bicara membangun, sudah harus banyak di bawah,” tegasnya lagi. (ags/zia)sumber: kaltara.prokal.coAgussalam Sanip / Radar Tarakan

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

* Email Anda tidak akan dipublikasikan. Semua kolom wajib diisi.

Memuat komentar...