Malinau
Arahkan Percepatan dan Pembaharuan
DISKOMINFO MALINAU
03 January 2017
996 views

Arahkan Percepatan dan Pembaharuan

MALINAU -Tahun 2016 merupakan tahun transisi pelaksanaan pembangunan daerah. Rencana Pembangunan jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2016-2021 telah mengamanatkan pembangunan yang diarahkan untuk menyiapkan landasan bagi percepatan (akselerasi) dan pembaharuan (transformasi) pembangunan kabupaten. Bupati Malinau Dr Yansen TP MSi menegaskan, sejauh ini Pemkab Malinau telah menyiapkan landasan bagi akselerasi dan transformasi pembangunan daerah. Tahap pembangunan tahun 2017 diarahkan untuk memperkuat landasan bagi percepatan (akselerasi) dan pembaharuan (transformasi) pembangunan Kabupaten Malinau.

Secara normatif, arah pembangunan tahun 2017 diimplementasikan melalui berbagai kebijakan. Diantaranya melaksanakan program unggulan RT Bersih, Beras Daerah (rasda) dan wajib belajar 16 tahun dari PAUD, SD/MI, SMP/MTS, SMA/MA dan SMK. Melakukan pemantauan, pengendalian dan evaluasi pelaksanaan program unggulan RT Bersih, Beras Daerah (Rasda), dan wajib belajar 16 tahun dari PAUD, SD/MI, SMP/MTS, SMA/MA dan SMK. Melaksanakan manajemen berbasis kinerja dalam seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Malinau secara konsisten, menerapkan sistem informasi perencanaan, penganggaran, pengadaan, pengendalian dan evaluasi (e-governance) secara konsisten.

Pemkab juga akan memantapkan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dengan meningkatkan jangkauan dan mutu layanan pendidikan dan kesehatan, meningkatkan kapasitas peran pemerintah desa dan kecamatan dalam pelaksanaan Gerdema. “Terutama pengembangan komoditas unggulan desa,” ujar Yansen TP. Selain itu, sambung Yansen TP, dalam meningkatkan kinerja kapasitas aparatur Pemerintah Kabupaten Malinau dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, manajemen sumber daya alam dan lingkungan hidup, manajemen infrastruktur, dan manajemen keuangan. Termasuk menajamkan program dan kegiatan penanggulangan kemiskinan dengan memperkuat sinergi antar SKPD dan antara pemerintah Kabupaten Malinau dengan Pemprov Kalimantan Utara dan Pemerintah Pusat.

Di bidang perekonomian, pemerintah daerah terus  mendorong peningkatan produksi, produktivitas, nilai tambah dan pendapatan dari sektor pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan. Meningkatkan nilai tambah dan pendapatan dari jasa pariwisata dan memperluas jaringan pemasaran, memberdayakan dan menguatkan usaha mikro, kecil, menengah dan koperasi (UMKMK). Terutama dari akses permodalan, manajamen usaha, teknologi produksi, informasi dan pemasaran. Lalu mempercepat pembangunan infrastruktur strategis terutama pembangunan jalan dan jaringan infrastruktur lainnya.

“Guna mewujudkan arah pembangunan di atas, sudah barang tentu kita membutuhkan dukungan anggaran yang dituangkan dalam APBD Malinau tahun anggaran 2017 ini,” ujarnya.

Yansen TP menerangkan, pasca terbentuknya Provinsi Kalimantan Utara, pendapatan daerah mengalami penurunan yang cukup signifikan. Dalam rentang periode 2 tahun yaitu 2015-2016, pendapatan daerah telah mengalami penurunan lebih dari 1 triliun rupiah dibanding tahun 2014. Kondisi ini masih berlanjut hingga tahun 2017, situasi keuangan daerah dan nasional mengalami perlambatan yang cukup signifikan. Dampak dari kondisi ini, pemerintah daerah menyusun rencana pendapatan daerah yang nilainya tidak jauh berbeda dengan tahun 2016.

 Hal ini sudah barang tentu, sangat berpengaruh terhadap belanja sebagai instrumen pelaksanaan pembangunan daerah. “Mengingat, malinau juga memiliki kegiatan multiyears yang kewajibannya harus diselesaikan tahun 2017 ini,” ungkapnya. Konsekuensi dari adanya kontraksi pendapatan ini, pemerintah daerah berupaya untuk secara cermat mengalokasikan setiap rupiah yang ada dalam mendukung program-program yang benar-benar strategis. Baik di sektor pendidikan, kesehatan maupun sektor lainnya secara khusus alokasi dana Gerdema Desa dan RT Bersih yang tetap dialokasikan secara proporsional sesuai dengan kemampuan daerah. Hal ini sangat penting karena Malinau telah berkomitmen untuk terus mendorong tumbuh dan berkembangnya desa, terlebih RT sebagai ujung tombak kemajuan bumi intimung.

Bupati menyadari sepenuhnya, upaya maksimal belum cukup mampu memenuhi semua kebutuhan pembangunan masyarakat desa. Namun dirinya terus berupaya sekuat tenaga untuk secara bertahap mewujudkan kebutuhan tersebut melalui optimalisasi sumber daya yang ada dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya. Tapi yang terpenting pada situasi daerah dan nasional yang cukup sulit saat ini, harus tetap optimis dan bekerja dengan sebaik-baiknya. Semua komponen harus tetap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dalam situasi apapun. “Karena pemerintah daerah sejatinya adalah pelayan masyarakat yang telah disumpah untuk memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat, bangsa dan negara tanpa memandang situasi dan kondisi keuangan daerah,” tukasnya.(ida/aan)

WIDAYAT/RADAR TARAKAN

sumber : kaltara.prokal.co

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

* Email Anda tidak akan dipublikasikan. Semua kolom wajib diisi.

Memuat komentar...