Malinau
Tekankan Kreativitas Nasionalis Kebangsaan
DISKOMINFO MALINAU
30 December 2016
259 views

Tekankan Kreativitas Nasionalis Kebangsaan

MALINAU-Perayaan natal yang digelar gabungan wanita kristen yang dipusatkan di gereja GKII Tanjung Belimbing Selasa (27/12) lalu dihadiri langsung Bupati Malianu Dr Yansen TP MSi beserta istri Ny Ping Ding Yansen. Juga dihadiri Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Malinau Drs Hendris Damus MSi dan istri, serta Dandim 0910/Malinau Letkol Inf Sandi Yudha Purwana dan istri. Acara ini dimulai sekitar pukul 18.30  wita dengan  diawali dengan menyanyikan lagu puji-pujian untuk menyanjung kebesaran Tuhan.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga kembali menekankan kepada seluruh organisasi dan lembaga yang ada di wilayah Kabupaten Malinau agar selalu mengedepankan dan mengusung tema kreativitas nasionalis kebangsaan. Dari tema itu juga harus mencerminkan kreativitas nasionalisme kebangsaan juga mencerminkan hakikat kehidupan masyarakat Malinau yang heterogen dan majemuk ini. “Kalau dalam bahasa Pemerintah itu mengatur, mendorong, mengingatkan dan memotivasi,” tegas Yansen TP.

Artinya, lanjut Yansen TP, semua itu tidak karena pemerintah membangun hakekat kebangsaan  masyarakat Malinau agar dapat berjalan sesuai koridor di jalan yang benar dalam tatanan nilai nasionalis dan kebangsaan. Oleh sebab itu, kegiatan apapun termasuk tema natal ini juga harus mencermintakan kreativitas nasionalisme kebangsaan.

Bupati juga memohon maaf kepada semua panitia, masalah tema tentang kreativitas nasionalis kebangsaan ini sudah ditegaskan sejak 6 tahun yang lalu. Bahwa Malinau harus membangun hakekat nasionalis kebangsaan dalam semua dimensi. “Keagamaan, ekonomi, sosial, budaya atau kegiatan apapun harus mengedepankan nasionalis kebangsaan supaya kita semua punya pemahaman yang sama melihat perspektif kebangsaan kita dengan simbol Indonesia yang sama pula,” kata Yansen TP.

Oleh sebab itu, dengan kreativitas nasionalis kebangsan, Bupati mengajak semua wanita untuk meningkatkan  peran wanita sebagai saksi untuk mewujudkan Malinau Sejahtera melalui gerakan desa membangun (Gerdema). Makna yang terkandung didalamnya, kata Yansen TP, yaitu semua berkesempatan untuk membangun bangsa ini dengan kreativitasnya masing-masing. Tidak hanya itu, setiap mengawali kegiatan juga harus diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. “Oleh karena itu, bagi umat Nasrani yang saat ini sedang merayakan Natal dan bertabur kasih kita ciptakan kreativitas nasionalis kebangsaan dalam bumi Indonesia ini mulai dari saat sekarang,” ujar Yansen TP.

Bupati berharap, para wanita yang hadir dalam perayaan Natal malam kemarin itu dapat membawa pesan damai dan kasih kepada semua orang untuk menceritakan tentang arti kedamaian itu bagi semua. Hal ini juga untuk menjaga wilayah Kabupaten Malinau yang selama ini kondusif dan tetap konsisten dengan program utamanya yaitu melalui program Gerdema. Bupati yakin dan percaya, semangat para ibu-ibu yang tergabung dalam organisasi gabungan wanita kristen ini juga akan mewarnai damai di Kabupaten Malinau.  Atas nama keluarga dan pemerintah, Bupati juga mohon maaf kepada semua ibu-ibu dan semua tetap menjaga dan memelihara persatuan dan kesatuan. Karena semuanya ini terdiri dari beragam latar belakang baik dari segi organisasi dan karakter setiap orang yang juga berbeda. “Tapi semua harus tetap satu menjaga dan membangun Kabupaten Malinau tetap utuh dalam bingkai NKRI,” ungkapnya.

Bupati Yansen TP  dalam  pesan Natalnya dihadapan jemaat menekankan, kualitas dan kapasitas kaum wanita harus terus ditingkatkan dari berbagai sektor dan bidang dalam berbagai sendi kehidupan. Karena komunitas kaum perempuan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan di Kabupaten Malinau. Bupati juga menegaskan bahwa kelahiran Kristus seperti yang diangkat dalam tema Natal tahun 2016 ini yaitu “Telah Lahir Bagimu Juru Selamat Yesus Kristus di Kota Daud”. Dalam konteks ini, kata Yansen TP, kelahiran kristus sebenarnya sudah dikenali oleh umat Nasrani sejak ribuan tahun lalu. Tapi presentase keyakinan umat Nasrani tidak pernah berhenti karena sebagai orang yang percaya dan menyakininya sebagai orang Kristen. “Karena percaya, kita yakin kita akan bahagia setiap waktu,” ujar Yansen TP. (ida/aan)

sumber : kaltara.prokal.co

WIDAYAT/RADAR TARAKAN

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

* Email Anda tidak akan dipublikasikan. Semua kolom wajib diisi.

Memuat komentar...