Malinau
Natal Bukan Momen yang Biasa
DISKOMINFO MALINAU
19 December 2016
94 views

Natal Bukan Momen yang Biasa

MALINAU-Perjalanan Ibadah Natal Bupati Malinau Tahun 2016 berlanjut di Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Bukit Hermon, Desa Mentarang Baru, Kecamatan Mentarang, Sabtu, (10/12). Di tempat ini jumlah rombongan bertambah banyak dengan hadirnya para kepala dinas dan hamba Tuhan yang sebelumnya tidak dapat mendampingi bupati pada perjalanan ibadah natal bupati ke daerah Apau Kayan, karena terbatasnya transportasi. 

Bupati Malinau Dr Yansen TP MSi dalam sambutannya menjelaskan, selain ke daerah Apau Kayan, tim perjalanan ibadah Natal bupati tahun ini juga berkunjung ke daerah Bahau dan Pujungan yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah Drs Hendris Damus MSi. “Karena keterbatasan waktu maka kami membagi perjalanan ini agar selesai tepat pada waktunya,” ucapnya.

Selama kunjungannya ke daerah Apau Kayan, Bupati menyaksikan dan mendapatkan hal yang memuaskan, karena pembangunan sudah menyentuh hampir seluruh daerah di Apau Kayan. Seperti jalan yang menghubungkan satu desa ke desa yang lain dan penggunaan telekomunikasi yang mencapai 90 persen sehingga informasi bisa menyebar secara merata di masyarakat.

“Ada dua makna yang terdapat dalam perjalanan ibadah natal bupati pada tahun ini, yaitu perjalanan ini merupakan suatu sukacita masyarakat Malinau dalam menyambut Natal dan Tahun Baru untuk mengungkapkan keyakinan bahwa Kristus adalah juru selamat kita yang lahir 2000 tahun lalu, lahir didalam hati kita sekarang sampai selamanya,” tuturnya.

Tema natal tahun ini, lanjutnya, yaitu “Hari ini telah lahir bagimu Yesus Kristus di kota Daud” (Lukas 2:11). Dia ingin tema ini tidak hanya dibaca saja tetapi diekspresikan sebagai momen yang istimewa dalam diri dan hidup kita. “Hendaknya kita menjadi terang dalam sukacita natal ini agar tertanam dalam pikiran kita bahwa natal bukan momen yang biasa-biasa saja. Sebanyak 80 persen masyarakat di Malinau adalah pemeluk agama Kristen. Bisa dibayangkan betapa terangnya Malinau ini jika kita berbuat kebaikan,” ujarnya.

Jika hati mengatakan senang, maka akan terlihat ekspresi senang itu seperti apa. Tuhan, kata Bupati, tidak menjanjikan rancangan jahat, tetapi menjanjikan rancangan sejahtera bagi umat-Nya. “Mari kita menjadi terang yang menerangi tempat-tempat yang gelap, jauhi  perselisihan dan pertentangan yang terjadi diantara  umat kristen,” ajaknya.

Bila ada yang sengaja membuat perselisihan, apalagi jika ada pegawai negeri sipil (PNS) yang memprovokasi dan proaksi memecah belah keharmonisan masyarakat agar segera dilaporkan kepadanya. “Kalau sampai ada yang seperti itu, segera bertobat,”pungkasnya. (HMS04/aan)

HUMAS UNTUK RADAR TARAKAN

sumber: kaltara.prokal.co

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

* Email Anda tidak akan dipublikasikan. Semua kolom wajib diisi.

Memuat komentar...