Malinau
Terima Dana Transfer Terbesar se-Kaltara
DISKOMINFO MALINAU
19 December 2016
313 views

Terima Dana Transfer Terbesar se-Kaltara

TANJUNG SELOR - Dari lima kabupaten/kota di Kalimantan Utara (Kaltara), Kabupaten Malianu memperoleh dana transfer tertinggi sebesar Rp 1,25 triliun. Besaran dana tersebut dinilai oleh Bupati Malinau Dr. Yansen Tipa Padan seimbang dengan luas wilayah yang dimiliki.

Menurut Yansen, dengan besaran dana transfer yang diterima tak sepenuhnya bisa menjawab kebutuhan daerah. Terlebih lagi Kabupaten Malinau memiliki luas wilayah nyaris setengah dari Kaltara. Sehingga, kata dia, dengan dana itu, nantinya akan dipergunakan sesuai dengan penanganan di daerah yang dia pimpin saat ini. Salah satunya pada sektor pembangunan.

“Dana transfer yang diterima saya kira persoalannya seimbang saja. Artinya, Malinau ini kan setengah luas dari Kaltara. Jadi penanganan persoalannya juga beda. Apalagi daerah baru yang belum tersentuh sepenuhnya dalam sektor pembangunan. Sehingga besaranya tak sepenuhnya bisa menjawab kebutuhan,” ungkapnya saat kepada Radar Kaltara di gedung Serbaguna Pemprov Kaltara, kemarin (15/12).

Ditanyakan terkait apakah dana transfer yang diterima sudah mencukupi untuk memenuhi sektor pembangunan di daerah yang ia pimpin. Menurut Bupati Malinau dua periode ini, sebesar apapun anggaran yang diberikan hal itu dinilainya belum tentu dapat dipergunakan sepenuhnya secara langsung untuk menjawab persoalan yang ada di Malinau. “Soal cukup, sebesar apapun tidak cukup karena persoalan kita lebih besar dari pada kemampuan kita,” imbuhnya.

Alasannya, kata pria berkacamata ini, proses pembangunan selain membutuhkan anggaran yang tidak sedikit, juga membutuhkan proses secara bertahap. Sehingga hal inilah yang sedang ia perjuangkan. Setidaknya, Bumi Intimung--sebutan lain-- Malinau tidak lagi menjadi daerah yang terisolir.Yansen sedikit membahas terkait sulitnya kondisi perekonomian saat ini tidak hanya dirasakan oleh pemerintah pusat saja, mengingat dampaknya juga dirasakan di daerah. Sehingga berapapun anggaran yang diterima dinilainya perlu untuk disyukuri dan yang terpenting baginya dapat dipergunakan secara tepat sasaran. “Harapan kita ke depan, ya persoalannya bukan soal besar (dana, Red.) tetapi penanganan masalah secara tepat sasaran,” tegasnya.Berdasarkan pengamatannya sejauh ini, pria yang dikenal dengan program Gerakan Desa Membangun (Gerdema) ini menuturkan, walaupun ekonomi secara nasional menurun dan berdampak ke daerah, namun penurunan itu masih dalam katagori ideal. “Tidak drastis menurun, masih di tengah-tengah. Artinya, menurun masuk hitungan wajarlah,” ucapnya.“Saya melihat persoalan sekian tahun dengan Gerdema, kelihatannya walaupun ekonomi juga pendapatan menurun secara nasional dan daerah tapi sepertinya penurunan cukup ideal,” timpalnya. (keg/aan)sumber : kaltara.prokal.coHUMAS PEMPROV UNTUK RADAR KALTARA

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

* Email Anda tidak akan dipublikasikan. Semua kolom wajib diisi.

Memuat komentar...