
Tegaskan Jangan Ambil Jalan Pintas
MALINAU – Adanya pungutan liar (pungli) bisa disebabkan dari beberapa hal, selain dari aparatur atau pelaksana pelayanan umum yang nakal mengambil kesempatan dalam kewenangannya, bisa juga terjadi akibat masyarakat mengambil jalan pintas untuk mempercepat segala urusannya. Untuk itu, Bupati Malinau Dr Yansen TP berpesan kepada masyarakat dan pejabat harus tahu apa maksud dari dibentuknya Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) oleh pemerintah.
Dalam sambutan di pelantikan Satgas Saber Pungli Kabupaten Malinau di ruang Laga Feratu Kantor Bupati Malinau, Bupati Yansen TP menyampaikan dan menggarisbawahi beberapa hal yang menjadi perhatian bagi semua pejabat dan masyarakat, secara khusus untuk Satgas Saber Pungli.
“Kita tidak hanya sekedar mencari, tetapi kita berupaya membentuk mental, moral, budaya dan prilaku penyelenggaraan pemerintahan yang baik. Kita juga harus bersikap tegas untuk membentuk prilaku dan budaya masyarakat, karena dua sisi inilah yang menciptakan peluang itu. Kalau di jajaran pemerintah sudah melaksanakan dengan sebaik-baiknya dan masyarakat pun juga harus bersikap dengan sebaik-baiknya, karena kadang-kadang masyarakat ini mencari lintasan yang paling mudah dan cepat,” ungkap Yansen TP.
Oleh sebab itu, ia berharap kepada Satgas yang sudah dibentuk, supaya efektif untuk semua sehingga pemerintahan ini betul-betul menunjukkan sebuah pemerintahan yang akuntabel dan berintegritas. Ia juga mengharapkan agar Satgas melakukan sosialisasi terlebih dahulu dengan sebaik-baiknya kepada masyarakat.
“Jadi kita bukan sekedar ada Saber Pungli untuk mencari dan menangkap. Tapi kita bentuk budaya yang mampu menciptakan pemerintahan yang akuntabel, responsibel, dan berintegritas. Itu tujuan utama yang ingin kita capai,” katanya.
Khususnya dijajaran pemerintah, ia meminta perhatian pejabat eselon yang hadir dalam pengukuhan, termasuk Sekda Malinau agar pengukuhan Satgas tidak sekedar normatif, karena ada insturksi dari pusat segera dibentuk sampai ke daerah-daerah, tapi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau dan aparat penegak hukum lainnya betul-betul menyikapi sebagai bentuk memperbaiki tatanan pemerintah dan masyarakat.
“Saya mengharapkan seluruh pejabat eselon harus paham dan mengerti apa konteks Saber Pungli. Ya kalau selama ini terus terang saja sebenarnya telepon saya sudah menerima pengaduan bermacam-macam informasi. Saya sebut saja di tempat-tempat perizinan, di tempat-tempat proses administrasi kenaikan pangkat dan macam-macam yang berkaitan dengan penempatan administratif,” sebutnya.
Hal-hal yang seperti ini dan dianggap sederhana, tapi sudah menjadi budaya yang tidak bisa ditolelir lagi. Untuk itu, Bupati meminta Sekda, sesuai instruksi yang ia sampaikan bahwa tidak hanya tim Satgas kabupaten, tapi di satuan tugas pun harus segera dibentuk.“Segera dibentuk di satuan kerja sampai ke kecamatan dan desa. Karena kalau kita tidak proaktif secara menyeluruh, ya kalaupun nanti di kabupaten baik, tapi ditingkatan bawa tidak berjalan dengan baik, saya kira itu juga akan menjadi masalah,” ujarnya.Terus terang saja, kata Bupati, Saber Pungli ini ada tangkap tangan, dan itu tidak hanya dilakukan Saber Pungli di tingkat kabupaten, tapi bisa juga Satgas Saber Pungli dari pusat yang langsung melakukannya. Oleh sebab itu, apabila tidak respon cepat dan baik, maka itu akan menjadi persoalan tersendiri.“Untuk itu pada kesempatan ini saya harapkan perhatian kita semua dan tim yang sudah dikukuhkan ini, supaya membangun kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang Saber Pungli itu seperti apa,” pungkasnya. (ags/ewy/aan)HUMAS UNTUK RADAR TARAKANsumber : kaltara.prokal.co




