Malinau
Deklarasikan Kebhinekaan Cinta Damai
DISKOMINFO MALINAU
16 November 2016
265 views

Deklarasikan Kebhinekaan Cinta Damai

MALINAU – Pemeritah Kabupaten (Pemkab) Malinau bersama, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), TNI, Polri serta masyarakat menggelar upacara besar deklarasi kebhinekaan cinta damai di halaman Kantor Bupati Malinau, Selasa (15/11). Hal ini dilakukan untuk mempererat tali silaturahmi untuk menjaga keutuhan bangsa dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

Dalam upacara yang disatukan pelaksanaannya dengan Hari Kesehatan Nasional ini, dihadiri Pegawai dilingkungan Pemkab Malinau, DPRD, TNI, Polri dan ratusan tokoh masyarakat dan juga anak-anak sekolah serta mahasiswa.

Usai menjadi Inspektur Upacara, Bupati Malinau Dr Yansen TP MSi menegaskan, setiap warga negara harus sadar dan bertanggung jawab terhadap keberadaannya sebagai warga negara dan tidak hanya mengucapkan kata-kata saja untuk menjaga keutuhan negara, tapi merealisasikan dengan tindakan dan perbuatan yang baik. Karena, apapun yang terjadi terhadap negara, masyarakat juga akan  merasakannya, apakah itu hal yang baik ataupun tidak baik.

“Kita ingin menciptakan Indonesia yang damai dan itu mulai dari kita. Jadi seluruh lapisan masyarakat harus memerangi dirinya, harus mengalahkan dirinya. Keinginan-keinginan dirinya. Tetapi, kita harus bangun kesadaran bahwa kita adalah masyarakat yang beragam. Jadi oleh sebab itu saya berharap, ciptakan toleransi yang baik di tengah-tengah masyarakat, ciptakan kebersamaan di tengah-tengah masyarakat, ciptakan sikap gotong royong di tengah masyarakat, ciptakan sikap saling hormat menghormati, itulah sikap bangsa kita. Kalau tidak dilakukan itu, maka itu akan menjadi ancaman untuk kita, karena pasti setiap orang akan membela kepentingannya. Oleh sebab itu, kita harus abaikan itu,” ujarnya kepada sejumlah awak media.

Hidup sebagai warga bangsa Indonesia yang ber- Bhineka Tunggal Ika, harus mengakui bahwa berbeda-beda itu sebagai suatu kekayaan. Untuk itu, Bupati berharap, untuk semua lapisan masyarakat Malinau dalam konteks negara, jangan sekali-kali menonjolkan ego pada agama, suku dan pada latar belakang serta budaya. Karena Malinau adalah bagian dari bangsa Indonesia yang memiliki perbedaan dan harus saling menghargai serta hormat menghormati perbedaan yang ada.

“Saya cinta agama saya, yang lainpun cinta agamanya. Saya cinta suku saya, yang lainpun juga cinta sukunya. Mari kita cinta bersama-sama sebagai warga negara Indonesia. Ini yang saya harapkan,” tegasnya.

Kabupaten Malinau senidiri, kata Bupati, memiliki filosofi pelangi yang berwarna-warni berbeda dan perbedaan warna itulah yang menjadikan indah. “Kalau kita menyadari pelangi itu indah, kenapa kita tidak bisa menciptakan indah itu di Malinau. Apa maknanya, berbeda warna-warni, agama kita berbeda, suku kita berbeda dan latar belakang kita berbeda, itu sesuatu yang tidak bisa kita ubah,” ungkapnya seraya menegaskan bahwa satu dengan yang lainnya tidak bisa mengubah yang lainnya. Oleh karena itu kenapa harus tidak sejalan, seiring, seiya sekata.

“Itulah saya kira makna pelangi itu, indah dalam keperbedaannya, berbeda tapi indah dan kokoh,” ucapnya.

Kalau dilaksanakan seperti filosofi pelangi, ia yakin dan percaya siapapun tidak akan bisa menghancurkan masyarakat Malinau yang saling menghargai, saling menyatu dan dengan sikap yang selalu saling toleran.

Untuk tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, Bupati yang memilili singkatan nama YTP ini berpesan, agar para tokoh ini melaksanakan fungsi nilai-nilai budaya itu dengan baik, yang artinya sebagai tokoh agama maka lakukanlah tugas dengan baik. Karena menurutnya tidak ada satupun agama yang mengajarkan tentang kekasaran dan tentang kejahatan.“Semua katakan agama baik, maka semua pasti akan melakukan kebaikan. Oleh sebab itu, lakukanlah tugas dengan baik, begitu juga budaya. Kalau adat itu tidak ada yang tidak baik, semua baik. Nah kalau semua yakin itu baik, lakukan. Pasti akan baik,” tuturnya .Perbedaan itu, kata Bupati lagi, jangan dianggap sebuah  hal yang merugikan kita, tetapi anggaplah sebagai sesuatu kekuatan, suatu kekayaan, suatu kesempurnaan dan suatu yang indah.“Tolong lakukan itu, sekarang kita harus buang ego kita, kita harus perangi diri kita, kita harus satukan tekad kita, wujudkan Indonesia yang aman, nyaman dan damai,” pintanya.“Ada satu kata yang selalu saya katakan, Kita kuat sekarang. Tapi kalau kita tidak sadar bahwa kita adalah negara Indonesia yang beranekaragam, maka ke depan kita akan kelahi terus. Sadarlah kita akan perbedaan itu, kita jaga dia, kita jadikan dia kekuatan, kekayaan, keindahan dan kesempurnaan, pasti itu akan kokoh selama-lamanya. (Ags/aan)sumber : kaltara.prokal.coAGUSSALAM SANIP / RADAR TARAKAN

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

* Email Anda tidak akan dipublikasikan. Semua kolom wajib diisi.

Memuat komentar...