Malinau
Produk Jualan Inai Masih Alami
DISKOMINFO MALINAU
08 November 2016
376 views

Produk Jualan Inai Masih Alami

MALINAU – Produk atau sayuran yang dijual para Inai dari sejumlah desa di Kecamatan Malinau Selatan Hilir tergolong masih alami. Tetapi, kata aktivis perempuan dari WWF-Indonesia Dr Christina Eghenter, Deputy Direktur Bidang Sosial Kemasyarakatan, semuanya belum ada dokumentasi dan sertifikat yang membuktikan bahwa itu benar-benar alami atau organik.

Oleh karena itu, Dr Christina kepada media ini menegaskan, para petani khususnya para Inai penjual sayur hendaknya belajar untuk mempertahankan sayur atau produk yang mereka jual benar-benar alami.  Karena hal ini juga dapat menambah nilai secara ekonomi dari produk itu sendiri. Agar jelas bahwa produk yang dijual para Inai ini benar-benar sehat dan dipercaya konsumen.

Selain itu, kata Christina,  pedagang Pasar Inai ini juga punya nilai budaya masyarakat Dayak yang kuat sebagai ciri khas yang memang harus ditampilkan. Sementara ini, para Inai ini memang menjual sayur seperti yang dilakukan oleh nenek moyang mereka dari hasil ladang, kebun maupun hasil hutan. Ketika mereka tiba di pasar,  ternyata sayur yang mereka jual itu sama dengan yang lain. Bahkan kemasannya juga sama. “Malah pakai bungkus plastik yang praktis-praktis yang memang tidak membawa kesan budaya sama sekali,” ungkapnya.

Dirinya menyarankan, para pedagang sayur Inai harus punya kemasan yang unik sendiri dari yang pedagang sayur lainnya. Seperti menaruh sayur dan barang dagangaan lainnya di keranjang yang terbuat dari rotan atau bambu. Begitu juga dengan para pembeli atau konsumen, diharapkan bisa membawa tas yang yang berbahan baku trandisional yang mencirikan budaya masyarakat Dayak.

“Menurut saya, (dengan budaya) itu suatu hal yang bisa bantu mereka jualan. Jika dikemas dengan tampilan baik  dan menarik, itu juga bisa jadi agrowisata. Wisatawan pasti akan tertarik pergi ke sana untuk beli sesuatu yang terjamin, pasti sehat dari produk lokal,” tegas Christina yang mendapat nama Dayak “Awing” dari dari masyarakat Dayak di Data Dian Kecamatan Kayan Hilir ini.

Disinggung soal produk yang dijual para Inai, Christina menegaskan, hanya para Inai yang lebih paham tentang produk yang mereka jual di pasar setiap Selasa dan Jumat di pasar Gerdema Kuala Lapang. Namun demikian, para Inai harus menjaga kualitas produknya itu, baik dari segi kesehatan yang tidak menggunakan bahan kimia. “Produknya yang paling laku harus dijaga dengan kuat, bagaimana mereka menjamin itu,” tegasnya.(ida/aan)

WIDAYAT/RADAR TARAKAN

sumber : kaltara.prokal.co

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

* Email Anda tidak akan dipublikasikan. Semua kolom wajib diisi.

Memuat komentar...