
Beri Pelatihan Pedagang Sayur Tradisional
MALINAU – Puluhan pedagang sayur tardisional memadati ruang pertemuan di Gedung Gabungan Organisasi Wanita (GOW) di Jalan Pusat Pemerintahan, Kabupaten Malinau. Para pedagang ini mengikuti pelatihan pedagang sayur tradisional perempuan yang dilaksanakan oleh GOW Kabupaten Malinau, Kamis (3/11).
Pelatihan ini bertujuan untuk menjadikan pasar tradisional yang hijau, organik dan berpotensi agrowisata. Sejalan dengan tujuan itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau yang didanai oleh Kemeterian Perdagangan, telah membangun sebuah pasar yang dikhususkan untuk para pedagang tradisional yang memasarkan hasil pertanian desa. Yaitu Pasar Inai di Komplek Pasar Gerdema, Desa Kuala Lapang, Kecamatan Malinau Barat.
Selaku penasihat GOW, Ny Ping Yansen, saat memberikan sambutan dan arahan kepada para pedagang, ia berharap para pedagang terus meningkatkan kualitas jenis daganganya. Ia melihat saat ini, khususnya di Pasar Inai, sudah beragam dagangan yang dijual dan tinggal para pedagang saja yang harus bisa mengolanya. Ia juga berharap, para pedagang Pasar Inai yang hanya berjualan pada Selasa dan Jumat saja agar bisa berjualan dihari lainnya.
“Mudah-mudahan nanti antar desa ini bisa mengelompokkan pola dagangan ibu. Sekarang masih dua hari perminggu jualannya, ya kita harap harinya bertambah,” Ujarnya.
Agar dapat dipasarkan dengan baik, lanjut istri Bupati Malinau Dr Yansen TP MSi ini, perlu juga promosi. Promosi bisa lewat media sosial (medsos) dan banyak lainnya. Kalau ada informasi, kemudian masyarakat lain tahu, maka otomatis kata wanita yang akrab disapa Ibu Ping ini, orang akan berdatangan membeli ke pasar.
“Anak-anak ibu yang pandai IT (Informasi dan Teknologi), bisa disampaikan lewat media sosial, ini ada tersedia sayur ini, sayur ini. Ibu-ibu sekalian jangan khawatir, kalau pasar ini sudah terolah dengan baik, alamatnya sudah diketahui semua, semualah pembeli ke sana,” katanya.
Sebab dagangan atau Pasar Inai ini dilihat sebagai pasar yang monopoli, tidak ada di tempat lain, maka tidak usah khawatir jika tidak ada pembeli. “Karena ini masih baru, jadi mungkin ada beberapa orang yang belum tahu tempatnya,” imbuhnya.
Lebih lanjut dikatakan peremuan yang murah senyum ini, pemerintah telah meneyediakan tempat yang baik untuk para pedagang tradisional, karena itu memang tugas dan kewajiban pemerintah menyiapkan wadah kepada masyarakatnya untuk bisa berinteraksi sesuai bidangnya. Ia berharap para pedagang memanfaatkan itu dengan baik.“Ibu-ibu, saya mohon untuk kita bisa memanfaatkan tempat (Pasar Inai, Red.) yang baik dan layak ini. Saya kira untuk tempatnya itu sudah strategis, lokasinya di tengah-tengah. Yang pasti, pemerintah sudah menyiapkan tempat yang baik untuk ibu-ibu berjualan. Tolong ini dihargai, tolong ini digunakan dengan sebaik-baiknya,” ujar Ny Ping Yansen.Selain itu, ia juga memberikan nasehat kepada para pedagang, agar selalu membangun komunikasi antara pedagang lainnya, jangan sampai muncul rasa iri dengki. Karena, kalau itu muncul, tuturnya, pasti akan menghambat rejeki.“Duduklah Inai-Inai (ibu-ibu, Red.) di sana dengan ramah, dengan baik kepada para pembeli, supaya jualan ibu bisa dibeli. Jangan ada rasa cemburu kepada satu dengan yang lainnya, jadilah inai-inai berdagang sayur di sana sebagai satu keluarga besar pedagang sayur yang menjual sayur-sayur kepada masyarakat Kabupaten Malinau. Itu harapan saya,” pungkasnya. (ags/aan)AGUSSALAM SANIP/RADAR TARAKANsumber : kaltara.prokal.co




