
BPKAD Launching Aplikasi ?Sibapa?
MALINAU – Tahun 2016 merupakan tahun yang berat bagi pemerintah, baik pusat maupun daerah untuk mengatur dan mengelola keuangan. Hal ini dikarenakan dampak dari ketidakpastian ekonomi global yang menyebabkan perlambatan ekonomi yang berdampak sampai ke daerah.
Namun, tantangan-tantangan itu tidak menghalangi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau untuk tetap maju dan berinovasi, khususnya untuk pengelolaan anggaran dan aset daerah yang baik, bersih dan transparan. Jumat (4/11) pekan kemarin, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Malinau melaunching dan mensosialisasikan aplikasi Sistem Informasi Barang Persediaan (Sibapa) di Hotel Mahkota, Malinau.
“Sibapa merupakan suatu sistem informasi yang dirancang untuk mengakomodir pencatatan barang-barang persediaan yang habis pakai yang dulunya dicatat secara manual, sekarang menggunakan sistem aplikasi sebagai pendukung laporan keuangan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), yaitu pada laporan operasional dan neraca SKPD,” Ujar Plt Kepala BPKAD Malinau, Dumberbril SE MM, saat menyampaikan sambutan dalam acara launching dan sosialisasi aplikasi Sibapa.
Dikatakan Plt Kepala BPKAD, di tahun 2016, tantangan terberat pihaknya adalah bagaimana Pemkab Malinau bisa mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang diberikan Badan Pemeriksaan Keuangan - Republik Indonesia (BPK-RI) secara berturut turut pada tahun anggaran 2014 dan 2015. Untuk itu, bagi pihaknya selaku pengelola keuangan daerah, para pengurus dan penyimpan barang di setiap SKPD sangat berperan besar untuk mensukseskan misi bersama, yaitu mempertahankan opini WTP untuk laporan pertanggungjawaban keuangan daerah tahun 2016.
“Tanpa kerja keras, kerja cerdas dari bapak/ibu semua, kami sangat sulit menyusun laporan keuangan Pemkab Malinau. Karena laporan itu merupakan akumulasi dari laporan keuangan SKPD-SKPD,” tutur Dumberbril dihadapan 108 peserta yang hadir dan merupakan pengurus dan penyimpan barang di setiap SKPD.
Menambahkan apa yang dikatakan Plt Kepala BPKAD, Kepala Bidang (Kabid) Aset BPKAD Kabupaten Malinau, Dardimasyah SE, mengatakan, saat ini, dalam menyajikan informasi barang persediaan di SKPD-SKPD masih menggunakan data manual yang keakuratan,efektivitas,dan efesiensinya masih terbatas. Untuk memudahkan dan meningkatkannya, maka dibutuhkan suatu transformasi dari pengelolaan manual ke sistem informasi atas barang persediaan.
“Dalam pengakuan membutuhkan konsep untuk menentukan kapan dan bagaimana transaksi keuangan dapat diakui sebagai unsur dalam laporan keuangan sehingga perlu membangun sistem informasi barang persediaan offline pada SKPD untuk mendukung laporan keuangan, khususnya laporan neraca SKPD yang memudahkan dalam penyusunan neraca Pemkab dengan menyajikan data dan informasi yang dibutuhkan setiap saat, sesuai dengan prinsip good governance dan clean government,” terangnya.Maka dari itulah, sebut Aparatur Sipil Negara (ASN) yang saat ini juga merupakan peserta PIM III angkatan IV LAN Samarinda ini, dengan aplikasi Sibapa bisa meningkatkan keakuratan dan mengefektifkan dan mengefeseinsi dalam pelaporan keuangan daerah bagi pengurus dan penympan barang di setiap SKPD. Aplikasi ini, sebutnya lagi, memiliki manfaat untuk internal Pemkab Malinau sendiri dan juga untuk eksternal.“Untuk internal manfaatnya adalah meningkatkan efektifitas administrasi pencatatan akurat barang persediaan, mendorong peningkatan kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) pengelola barang dalam bidang teknologi informasi, meningkatkan akuntabilitas dan transparansi, serta meningkatkan profesionalisme yang bebas KKN,” Katanya, sedangkan untuk eksternal salah satunya adalah memudahkan auditor dari BPK-RI, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) serta inspektorat Provinsi dalam melakukan audit keuangan. (ags/aan)sumber: kaltara.prokal.coAGUSSALAM SANIP/RADAR TARAKAN




