Malinau
Wabup Malinau Sampaikan 18 Usulan Pemenuhan Listrik untuk Wilayah Pedalaman dan Perbatasan
Rully Yulianti Pratiwi
21 September 2026
4 views

Wabup Malinau Sampaikan 18 Usulan Pemenuhan Listrik untuk Wilayah Pedalaman dan Perbatasan

Malinau- Wakil Bupati Malinau Jakaria, S.E., M.Si., menyampaikan kondisi kelistrikan di Kabupaten Malinau yang masih menghadapi sejumlah tantangan, khususnya di wilayah pedalaman dan perbatasan.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan sinkronisasi usulan lokasi Program Listrik Perdesaan (Lisdes) dari pemerintah daerah, sekaligus fasilitasi penyiapan lahan dan penyelesaian perizinan, yang berlangsung di Kantor PT PLN (Persero) UP3 Kaltara, Kamis (17/9/2026).

Dalam paparannya, Wabup menjelaskan bahwa Kabupaten Malinau memiliki wilayah yang sangat luas dengan kondisi geografis yang cukup sulit. Wilayah tersebut terbagi dalam 15 kecamatan, dengan enam kecamatan berada di sekitar perkotaan dan sembilan kecamatan lainnya berada di wilayah pedalaman serta perbatasan.

Menurutnya, kondisi kelistrikan di wilayah perkotaan relatif baik. Sekitar 95 persen wilayah perkotaan telah mendapatkan aliran listrik. Selain dukungan PLN, penerangan juga diperkuat melalui program lampu jalan tenaga surya berbasis energi baru terbarukan (EBT).

"Kalau di perkotaan relatif aman dan terang. Sekitar 95 persen sudah teraliri listrik, termasuk dukungan lampu jalan tenaga surya," jelasnya.

Namun, kondisi berbeda masih dirasakan masyarakat di wilayah pedalaman dan perbatasan. Meskipun sebagian wilayah telah memiliki pembangkit listrik, pasokan listrik belum dapat menyala selama 24 jam seperti di kawasan perkotaan.

Wabup Jakaria menyebut salah satu kendala utama adalah ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) untuk operasional pembangkit. Kondisi geografis Malinau yang luas dan sulit dijangkau membuat distribusi BBM menjadi tantangan tersendiri.

Bahkan, sebagian kebutuhan BBM untuk pembangkit di wilayah perbatasan selama ini masih bergantung pada pasokan dari Serawak, Malaysia. Kondisi tersebut semakin sulit karena adanya hambatan pada jalur lintas batas antarnegara yang digunakan untuk mobilitas barang dan orang.

"Kalau BBM harus dikirim dari Malinau, jalurnya sangat sulit. Bisa melalui udara atau harus memutar lewat Kalimantan Timur, dari Samarinda, Long Bagun sampai Mahakam Ulu. Waktunya bisa satu sampai dua minggu dan biaya BBM bisa mencapai sekitar Rp40 ribu per liter," ungkapnya.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Malinau terus mendorong adanya solusi jangka panjang untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat di pedalaman dan perbatasan.

Dalam kesempatan tersebut, Pemkab Malinau menyampaikan sekitar 18 usulan untuk pemenuhan kebutuhan listrik tahun 2027. Usulan tersebut antara lain pembangunan jaringan listrik ke wilayah yang belum teraliri serta penambahan mesin pembangkit dengan kapasitas tertentu untuk memenuhi kebutuhan daya di sejumlah wilayah.

Pemkab Malinau juga berupaya agar pemenuhan listrik dapat menjangkau kawasan yang memiliki keterkaitan kebutuhan dengan wilayah sekitar, termasuk Lumbis di Kabupaten Nunukan yang memiliki tantangan geografis karena terpisahkan oleh laut.

Wabup Jakaria berharap usulan 18 titik pemenuhan listrik tersebut dapat direalisasikan melalui dukungan dan kebijakan khusus dari pihak terkait, mengingat kebutuhan listrik di wilayah pedalaman dan perbatasan bersifat mendesak.

"Kami berharap usulan yang disampaikan ini bisa dipenuhi. Kondisi di lapangan memang membutuhkan kebijakan khusus karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat di pedalaman dan perbatasan," harapnya.

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

* Email Anda tidak akan dipublikasikan. Semua kolom wajib diisi.

Memuat komentar...