Malinau
Tak Sekadar Rapat, Pemkab Malinau Siapkan Aksi Nyata Tangani 118 Anak Stunting
Rully Yulianti Pratiwi
01 September 2026
23 views

Tak Sekadar Rapat, Pemkab Malinau Siapkan Aksi Nyata Tangani 118 Anak Stunting

Malinau — Pemerintah Kabupaten Malinau terus memperkuat upaya penanganan stunting melalui kerja nyata di lapangan. Hal ini dibahas dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektor Intervensi Penanganan Stunting Kecamatan Malinau Utara yang digelar di Ruang Tebengang, Kamis (27/8/2026).

Sekda Malinau, Dr. Ernes Silvanus, S.Pi., M.M., M.H., yang membuka kegiatan secara resmi, menegaskan bahwa rapat tersebut merupakan tindak lanjut dari sejumlah pertemuan sebelumnya.

Menurutnya, hasil pendataan menunjukkan terdapat 118 anak stunting di wilayah Malinau Utara. Data tersebut akan dipaparkan oleh masing-masing desa secara by name, by address, sehingga penanganan dapat dilakukan secara lebih terarah.

“Kita harapkan ada kerja nyata dari pemerintah daerah, termasuk dari Dinas Kesehatan. Yang paling penting bukan hanya sekadar rapat, setelah itu selesai. Harus ada upaya nyata di lapangan,” tegasnya.

Sekda Ernes menjelaskan, penanganan nantinya tidak hanya menyasar anak yang sudah teridentifikasi stunting, tetapi juga memperhatikan kondisi ibu sejak masa kehamilan, proses persalinan hingga masa menyusui. Edukasi dan pendampingan kepada orang tua dinilai penting untuk mencegah maupun memperbaiki kondisi pertumbuhan anak.

Ia mencontohkan adanya penanganan atau treatment yang dilakukan di salah satu wilayah yang menunjukkan perubahan setelah mendapatkan pendampingan. Karena itu, Pemkab Malinau akan mencoba menjadikan pola tersebut sebagai pilot project di Malinau Utara.

“Harapan kita, ibu yang masih dalam masa hamil, kemudian melahirkan, sampai anak usia 0 sampai 11 bulan, kita lakukan treatment. Apakah nanti punya pengaruh? Ini yang akan kita lihat,” ujarnya.

Selanjutnya, 118 anak tersebut akan dikelompokkan berdasarkan kategori usia dan kondisi masing-masing. Data juga akan dipilah untuk melihat kemungkinan faktor penyebab, termasuk kondisi keluarga maupun faktor keturunan.

Setelah pemetaan dilakukan, pemerintah bersama lintas sektor akan melakukan supervisi lebih mendalam untuk mengetahui penyebab stunting pada masing-masing anak. Hasilnya akan menjadi dasar dalam menentukan bentuk intervensi yang sesuai.

Sekda Ernes menyebut jumlah 118 anak tersebut sebenarnya relatif kecil jika dilihat dari jumlah penduduk Malinau Utara. Namun, setiap anak tetap harus mendapatkan perhatian karena penanganan stunting membutuhkan intervensi yang tepat dan berkelanjutan.

Dari data sementara, jumlah terbanyak terdapat di Desa Malinau Seberang dengan 22 anak. Sementara di desa-desa lainnya, jumlahnya relatif lebih sedikit.

Melalui rakor tersebut, Pemkab Malinau berharap penanganan stunting di Kecamatan Malinau Utara tidak berhenti pada pendataan dan rapat koordinasi, tetapi dilanjutkan dengan intervensi nyata, pendampingan serta evaluasi untuk mengukur keberhasilan program di lapangan.

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

* Email Anda tidak akan dipublikasikan. Semua kolom wajib diisi.

Memuat komentar...