
Sekda Malinau Sampaikan Bahaya Pergaulan Bebas di Depan OMK: Jangan Rusak Masa Depan Karena Keinginan Sesaat!
Malinau– Sekda Malinau, Dr. Ernes Silvanus, S.Pi., M.M., M.H., menghadiri kegiatan Doa Rosario Orang Muda Katolik (OMK) St. Stefanus Malinau di Gereja Katolik Respen, Desa Respen Tubu, Selasa (12/5/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Ernes menjadi narasumber dan memberikan edukasi kepada para generasi muda terkait pergaulan bebas, pentingnya pendidikan, serta dampak pernikahan usia dini terhadap masa depan anak-anak dan keluarga.
Di hadapan para peserta yang didominasi anak muda, Ernes menekankan bahwa pergaulan bebas saat ini menjadi salah satu persoalan serius yang harus diperhatikan bersama, baik oleh keluarga, lingkungan sekolah maupun gereja.
Ia mengaitkan persoalan tersebut dengan tingginya angka stunting yang masih terjadi di Kabupaten Malinau.
Menurutnya, salah satu penyumbang terbesar kasus stunting adalah pernikahan usia dini yang banyak terjadi pada usia 10 hingga 18 tahun. Ia mengingatkan bahwa pernikahan di usia muda sering kali terjadi karena kurangnya pengawasan dan edukasi, serta dipicu oleh pergaulan bebas.
“Masih jauh masa depan yang harus ditempuh. Yang masih SMP, SMA, masih kuliah lagi. Belum tentu selesai sekolah langsung dapat pekerjaan. Jadi jangan sampai karena keinginan sesaat akhirnya harus mengorbankan masa depan,” ujarnya.
Ernes juga mengingatkan para remaja agar tidak mudah terpengaruh perkembangan pergaulan modern, termasuk penyalahgunaan narkoba, judi online, hingga perilaku seksual bebas yang kini mudah diakses melalui teknologi dan media sosial.
Ia menegaskan bahwa benteng utama untuk menghadapi berbagai pengaruh negatif tersebut adalah pendidikan dari keluarga, pengendalian diri, serta penguatan iman dan nilai keagamaan.
“Pelajaran utama itu sebenarnya dimulai dari rumah. Orang tua harus memberi edukasi dan pengawasan kepada anak-anaknya. Setelah itu kembali lagi kepada diri kita sendiri bagaimana menjaga diri dan masa depan,” katanya.
Selain itu, Ernes juga mengajak para peserta untuk menjaga kesucian diri dan tidak terburu-buru menjalin hubungan yang berisiko merusak masa depan. Ia menilai cinta yang benar tidak akan memaksa seseorang melakukan hal-hal yang belum waktunya.
Menutup arahannya, Ernes mengingatkan pentingnya menjaga iman dan lingkungan pergaulan yang baik sesuai ajaran Gereja Katolik. Ia mengajak para OMK untuk aktif dalam kegiatan gereja dan memilih lingkungan yang dapat membawa dampak positif bagi kehidupan mereka.
“Kehadiran kita di sini adalah pilihan terbaik. Iman mengajarkan bagaimana membangun keluarga yang baik, memilih pasangan yang seimbang, dan hidup dalam lingkungan yang benar,” tutupnya.



