
Safari Ramadhan ke-11, Wabup Malinau Tegaskan Komitmen Penguatan SDM dan Pertanian Modern
Malinau– Masjid Jamiatul Muzakkirin, Desa Malinau Kota, Kecamatan Malinau Kota menjadi lokasi kesebelas kunjungan Safari Ramadan Pemerintah Kabupaten Malinau yang dipimpin Wakil Bupati Malinau, Jakaria, S.E., M.Si., Rabu (4/3/2026).
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Jakaria menyampaikan bahwa bulan suci Ramadan merupakan momentum istimewa untuk memperkuat keimanan sekaligus mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.
Ia menjelaskan, Pemkab Malinau setiap tahun melaksanakan dua agenda keagamaan, yakni Safari Ramadhan dan Safari Natal. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga ruang diskusi antara pemerintah dan masyarakat. Bahkan, waktu jeda antara Salat Magrib dan Isya bisa dimanfaatkan untuk berdialog dan menyerap aspirasi warga.
Dalam kesempatan itu, Wabup turut memaparkan lima program inovasi daerah yang kembali dilanjutkan pada periode kedua pemerintahan.
Fokus utama tetap pada pengembangan sumber daya manusia (SDM), penguatan sektor pertanian, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Di sektor pertanian, pemerintah kini memperkuat program “Pertanian Sehat” dengan menambah Satgas Pertanian yang direkrut dari kalangan petani dan diberikan insentif. Satgas ini bertugas membantu mengelola lahan-lahan tidur milik warga agar kembali produktif.
“Kalau ada lahan bapak ibu yang belum dimanfaatkan, bisa berkolaborasi dengan Satgas Pertanian. Mereka kami gaji untuk membantu mengembangkan pertanian masyarakat,” jelasnya.
Ke depan, Pemkab Malinau juga mendorong modernisasi pertanian dengan memanfaatkan teknologi seperti drone untuk penyemprotan dan peralatan pertanian yang lebih modern. Generasi muda akan dilatih agar memiliki kemampuan mengoperasikan teknologi tersebut.
Di bidang pendidikan, pengembangan SDM tetap menjadi prioritas. Program bantuan pakaian sekolah tetap berjalan, begitu pula kesempatan bagi guru untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S2.
Tahun ini, ratusan guru difasilitasi untuk melanjutkan studi, termasuk ke Universitas Gadjah Mada (UGM), guna meningkatkan kualitas pendidikan di daerah.
Selain itu, program Desa Sarjana juga terus dilaksanakan. Penentuan peserta dilakukan melalui usulan desa, kemudian diseleksi sesuai kuota yang tersedia. Saat ini, tercatat lebih dari dua ribu anak Malinau telah dibiayai melalui program tersebut.
Bagi lulusan yang kembali ke daerah, pemerintah menyiapkan masa penempatan sementara di desa selama maksimal dua tahun sembari menunggu pekerjaan tetap.
Mereka terlebih dahulu mendapat pelatihan di Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa sebelum diterjunkan ke desa masing-masing.
Wabup juga menyinggung kondisi APBD Kabupaten Malinau yang tahun ini mengalami penurunan cukup signifikan. Meski demikian, ia mengajak masyarakat tetap optimistis dan mendoakan agar kondisi keuangan daerah stabil sehingga pembangunan dapat terus berjalan.
Sebagai bagian dari komitmen transparansi, Pemkab Malinau juga tengah mengembangkan konsep Smart Government.
Melalui sistem berbasis daring, masyarakat nantinya dapat mengakses informasi penggunaan APBD, program OPD, hingga kondisi terkini RSUD seperti jumlah dokter, ketersediaan ruang rawat inap, dan fasilitas lainnya.
Menurutnya, keterbukaan informasi ini penting agar masyarakat tidak lagi merasa khawatir atau ragu terhadap pelaksanaan program pembangunan yang juga diawasi oleh DPRD.
Safari Ramadan ini pun menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam mendukung lima program inovasi daerah demi terwujudnya Kabupaten Malinau yang lebih maju dan sejahtera.



