Malinau
Rumah Sehat Desa Malinau Kota RT 18 Jadi Percontohan Penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat
Rully Yulianti Pratiwi
11 August 2026
41 views

Rumah Sehat Desa Malinau Kota RT 18 Jadi Percontohan Penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat

Malinau – Bupati Malinau Wempi W. Mawa, S.E., M.H., bersama Ketua TP PKK Kabupaten Malinau, jajaran perangkat daerah, camat, tenaga kesehatan, serta Ketua RT, melakukan kunjungan ke salah satu rumah sehat milik warga di RT 18, Desa Malinau Kota, Selasa (11/8/2026).

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari monitoring pelaksanaan 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM), sekaligus untuk melihat secara langsung penerapan pola hidup bersih, sehat, rapi, dan nyaman di lingkungan keluarga.

Dalam kunjungan itu, Bupati Wempi menilai rumah milik Ridwan dan Ibu Antung layak menjadi contoh bagi masyarakat, khususnya di lingkungan RT 18. Rumah tersebut dinilai mampu menerapkan berbagai aspek kehidupan sehat, mulai dari kebersihan dan sanitasi, pemanfaatan pekarangan, hingga penataan ruang rumah tangga.

“Rumah ini menjadi percontohan bagaimana rumah itu nyaman dan sehat. Bukan hanya bagi keluarga yang ada di dalam rumah ini, tetapi juga memberikan dampak kepada lingkungan sekitar,” ujar Wempi.

Menurutnya, penerapan pola hidup sehat tidak harus dikaitkan dengan besar atau kecilnya ukuran rumah. Rumah berukuran sekitar 9 x 13 meter tersebut dihuni oleh satu keluarga dengan dua anak, namun mampu ditata secara baik sehingga menciptakan suasana yang nyaman dan sehat.

Bupati Wempi juga mengapresiasi pemanfaatan pekarangan rumah yang dioptimalkan untuk menanam berbagai tanaman yang dapat mendukung kebutuhan rumah tangga, khususnya kebutuhan dapur.

Selain itu, penataan ruang seperti kamar tidur, toilet, tempat memasak, hingga tempat ibadah juga menjadi bagian yang diperhatikan oleh keluarga tersebut.

“Bukan persoalan besar atau kecil rumahnya, tetapi bagaimana membentuk kehidupan yang ada di dalam rumah itu. Bagaimana menjaga keharmonisan keluarga, kedamaian, kerapian, kebersihan dan kesehatan,” katanya.

Bupati Wempi menegaskan, pemerintah tidak ingin memberikan standar tunggal mengenai seperti apa rumah yang sehat dan rapi. Sebab, setiap keluarga memiliki standar kenyamanan masing-masing yang dibangun berdasarkan kebiasaan dan kebutuhan mereka.

“Bukan standar Pak Bupati, tetapi standar keluarga ini. Keluarga ini sudah yakin bahwa inilah standar kami yang membuat kami nyaman. Kemudian kita tawarkan kepada lingkungan dan kita bisa melihat bahwa ini bisa menjadi referensi,” jelasnya.

Ia berharap rumah sehat tersebut dapat menjadi contoh sederhana yang bisa diterapkan oleh keluarga lainnya, khususnya masyarakat di RT 18.

Menurutnya, jika kebiasaan menjaga kebersihan, kerapian, kesehatan, dan keharmonisan keluarga dapat dimulai dari rumah masing-masing, maka dampaknya akan dirasakan hingga lingkungan sekitar.

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

* Email Anda tidak akan dipublikasikan. Semua kolom wajib diisi.

Memuat komentar...