Malinau
Pemkab Malinau Perkuat Ekosistem Literasi melalui Partisipasi Semesta
Rully Yulianti Pratiwi
02 September 2026
48 views

Pemkab Malinau Perkuat Ekosistem Literasi melalui Partisipasi Semesta

Malinau- Pemerintah Kabupaten Malinau, terus berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui berbagai program inovasi. Dari lima program inovasi daerah, tiga di antaranya fokus pada pengembangan sumber daya manusia, mulai dari pendidikan anak usia dini hingga pendidikan tinggi.

Salah satunya melalui Program Desa Sarjana. Hingga saat ini, lebih dari 2.000 anak Malinau telah mengikuti pendidikan tinggi, baik di dalam maupun luar negeri, melalui kerja sama dengan lebih dari 100 perguruan tinggi negeri dan swasta.

Hal ini disampaikan Wakil Bupati Malinau Jakaria, S.E., M.Si., saat menghadiri Forum Konsultasi Publik Penyusunan Peta Jalan Revitalisasi Perpustakaan Sekolah dan Madrasah yang digelar di Ruang Laga Feratu, Rabu (2/9/2026).

Pemkab Malinau terus membangun ekosistem literasi melalui pendekatan Partisipasi Semesta, dengan melibatkan pemerintah, sekolah, perpustakaan, keluarga, komunitas, pemerintah desa, dunia usaha hingga berbagai mitra pembangunan.

Melalui pendekatan tersebut, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Malinau bersama para penggiat literasi terus membina taman baca masyarakat, meningkatkan kapasitas pengelola, serta membangun jejaring literasi hingga ke tingkat desa.

Perpustakaan sekolah, perpustakaan desa dan taman baca masyarakat juga terus didorong untuk saling terhubung dalam satu ekosistem pembelajaran yang saling mendukung.

Wabup Jakaria menilai, keberhasilan gerakan literasi tidak hanya diukur dari bertambahnya jumlah perpustakaan atau taman baca, tetapi dari tumbuhnya kesadaran bersama bahwa literasi merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.

Karena itu, Pemkab Malinau menyambut baik penyusunan peta jalan revitalisasi perpustakaan sekolah dan madrasah yang diinisiasi Kementerian PPN/Bappenas.

Ia berharap pengalaman Malinau dapat menjadi salah satu pembelajaran bahwa keberhasilan pengembangan perpustakaan tidak hanya bergantung pada ketersediaan gedung dan buku, tetapi juga pada kuatnya kolaborasi antara sekolah, perpustakaan, komunitas, keluarga dan masyarakat.

“Tidak perlu memperpendek sungai atau meratakan gunung. Tugas kita adalah memastikan pengetahuan mampu menjangkau setiap anak, di mana pun mereka tinggal,” tegasnya.

Wabup Jakaria menambahkan, masa depan Malinau tidak ditentukan oleh sungai yang memisahkan desa-desa, melainkan oleh pengetahuan yang mampu menghubungkan generasi muda dengan masa depannya.

Dengan semangat kolaborasi, gotong royong dan kebersamaan, ia optimistis gerakan literasi yang kuat akan melahirkan sumber daya manusia unggul menuju Malinau yang maju, Kalimantan Utara yang unggul, serta terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

* Email Anda tidak akan dipublikasikan. Semua kolom wajib diisi.

Memuat komentar...