
Kapolda Kaltara Terima Kehormatan Adat Dayak Lundayeh, Tegaskan Polri sebagai Pelayan Masyarakat
Malinau, 20 Agustus 2026 — Kapolda Kalimantan Utara Irjen Pol. Agus Wijayanto, S.H., S.I.K., M.H., menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas sambutan hangat serta penghormatan adat yang diberikan keluarga besar Dayak Lundayeh Kabupaten Malinau.
Dalam kegiatan tersebut, Kapolda Kaltara bersama istri diterima sebagai bagian dari keluarga besar adat Dayak Lundayeh melalui prosesi penyematan rompi adat. Menurutnya, penghormatan tersebut bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk penerimaan, kepercayaan dan persaudaraan yang membawa tanggung jawab untuk ikut menjaga nilai-nilai luhur adat serta keharmonisan masyarakat.
“Sebuah penghormatan juga membawa tanggung jawab. Menjadi bagian dari keluarga besar adat berarti ikut menjaga persaudaraan, menghormati nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur, serta bersama-sama merawat keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar Agus.
Ia menilai keberagaman suku, adat, budaya, bahasa dan tradisi merupakan kekuatan Kalimantan Utara yang harus terus dijaga sebagai identitas sekaligus perekat persatuan.
Kapolda juga mengapresiasi peran para tokoh adat yang dinilainya tidak hanya menjaga warisan budaya, tetapi juga menjadi mitra strategis pemerintah dan Polri dalam menjaga keamanan, ketertiban dan menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat melalui pendekatan yang arif dan kekeluargaan.
Dalam kesempatan tersebut, Agus menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan masyarakat adat. Ia juga mengingatkan jajaran Polri agar menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat, bukan sebagai pihak yang harus dilayani.
“Polri itu bukan bos dan bukan orang yang harus dilayani. Kita adalah pelayan masyarakat. Layani masyarakat dengan sebaik mungkin. Penegakan hukum adalah upaya terakhir dan harus sesuai dengan kebutuhan serta kepentingan masyarakat,” tegasnya.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, pemerintah, tokoh adat dan jajaran Polri untuk terus memperkuat komunikasi, kepercayaan dan kebersamaan dalam menciptakan Kalimantan Utara, khususnya Kabupaten Malinau, sebagai rumah bersama yang aman, damai dan harmonis.
Menutup sambutannya, Kapolda Kaltara menyampaikan bahwa dirinya datang sebagai tamu, namun melalui tradisi adat tersebut telah diterima sebagai bagian dari keluarga besar Dayak Lundayeh.
“Rompi adat yang kami kenakan bukan hanya sebuah kehormatan, tetapi menjadi pengingat bahwa kami telah diterima sebagai bagian dari keluarga besar Dayak Lundayeh di Kabupaten Malinau,” pungkasnya.




