Malinau
‎Festival Seni dan Budaya Dayak Lundayeh III Resmi Dibuka, Pemkab Malinau Tegaskan Komitmen Pelestarian Budaya
Rully Yulianti Pratiwi
22 May 2026
1 views

‎Festival Seni dan Budaya Dayak Lundayeh III Resmi Dibuka, Pemkab Malinau Tegaskan Komitmen Pelestarian Budaya

Malinau – Bertempat di panggung budaya Padan Liu Burung, Pemerintah Kabupaten Malinau secara resmi membuka Festival Seni dan Budaya Dayak Lundayeh III Tahun 2026 dalam suasana penuh semangat kebersamaan dan pelestarian budaya daerah, Kamis (21/5/2026). Pembukaan festival berlangsung meriah, dihadiri unsur Forkopimda, tokoh adat, pimpinan OPD, lembaga adat, paguyuban etnis, pelaku seni budaya, serta masyarakat umum. ‎ ‎Mewakili Bupati Malinau, Wakil Bupati Jakaria, SE, M.Si menyampaikan sambutan sekaligus membuka secara resmi kegiatan festival tersebut. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh panitia, tokoh adat, komunitas seni budaya, serta semua pihak yang telah bekerjasama sehingga Festival Seni dan Budaya Dayak Lundayeh III dapat terselenggara dengan baik. ‎ ‎Menurutnya, seni dan budaya bukan sekadar pertunjukan ataupun warisan simbolik, melainkan identitas, jati diri, dan cerminan karakter masyarakat. Di dalam budaya tersimpan nilai-nilai kehidupan, penghormatan kepada leluhur, semangat kebersamaan, serta kearifan lokal yang menjadi fondasi pembangunan daerah. ‎ ‎Ia menegaskan bahwa festival budaya harus menjadi ruang penting dalam menjaga tradisi, memperkuat persatuan masyarakat, sekaligus menjadi wadah kreativitas generasi muda dalam mengembangkan budaya lokal agar tetap relevan dengan perkembangan zaman. ‎ ‎“Tradisi bukan hanya peninggalan masa lalu yang disimpan dalam ingatan, tetapi ruang hidup yang terus tumbuh dan berkembang mengikuti zaman. Budaya harus dipandang sebagai sesuatu yang dinamis dan relevan,” ungkapnya. ‎ ‎Menurutnya, kreativitas generasi muda perlu terus diarahkan untuk mengembangkan budaya lokal, memperkenalkan budaya Dayak Lundayeh ke tingkat nasional maupun internasional, sekaligus menjadikan budaya sebagai sumber inovasi dan penguatan ekonomi kreatif masyarakat. ‎ ‎Festival ini, lanjutnya, bukan hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sarana edukasi generasi muda, ruang kolaborasi seni dan kreativitas, serta penguatan identitas daerah. Ia berharap melalui festival ini akan lahir karya-karya kreatif berbasis budaya lokal yang mampu membawa nama Kabupaten Malinau semakin dikenal luas. ‎ ‎“Budaya adalah kita dan yang bisa menghidupkan budaya itu adalah kita sendiri. Teruslah berkreasi mengikuti perkembangan zaman, namun budaya asli harus tetap kita lestarikan dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” tegasnya. ‎ ‎Kepada peserta dan tamu dari luar daerah, Pemerintah Kabupaten Malinau turut menyampaikan ucapan selamat datang di Kabupaten Malinau yang dikenal sebagai “Bumi Intimung”. Wakil Bupati juga mengajak seluruh peserta untuk menjaga sportivitas, keamanan, dan persaudaraan selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan festival. ‎ ‎Festival Seni dan Budaya Dayak Lundayeh III diharapkan menjadi momentum memperkuat identitas budaya masyarakat sekaligus mempererat persatuan dalam keberagaman yang hidup harmonis di Kabupaten Malinau.

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

* Email Anda tidak akan dipublikasikan. Semua kolom wajib diisi.

Memuat komentar...