
Direktur UT Tarakan Apresiasi Beasiswa Pemkab Malinau, Tegaskan Mahasiswa Harus Jadi Motor Pembangunan
Malinau – Direktur Universitas Terbuka Tarakan, Jeji Muhamad Najib, menyampaikan apresiasi atas komitmen Pemerintah Kabupaten Malinau dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui dukungan pendidikan tinggi, khususnya program beasiswa bagi mahasiswa UT.
Dalam sambutannya pada kegiatan Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMB) yang dirangkaikan dengan Pelatihan Keterampilan Belajar Jarak Jauh (PKBJJ) di Ruang Laga Feratu, Sabtu (14/2/2026), ia menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak dapat dilepaskan dari peningkatan kualitas SDM.
“Mahasiswa UT bukan hanya untuk mencari gelar, tetapi diharapkan menjadi motor penggerak pembangunan yang mandiri, berdaya saing, dan memiliki nilai manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa sistem pembelajaran fleksibel di UT memungkinkan mahasiswa tetap belajar tanpa harus meninggalkan pekerjaan maupun daerah asal, sehingga ilmu yang diperoleh dapat langsung diimplementasikan bagi pembangunan wilayah.
“Memilih UT bukan langkah yang salah, justru langkah strategis karena pendidikan dapat ditempuh tanpa meninggalkan pengabdian di daerah masing-masing,” tambahnya.
Saat ini, jumlah mahasiswa UT secara nasional mencapai ratusan ribu orang dan menjadikan UT bagian dari jaringan Global Mega University. Sementara itu, mahasiswa UT Tarakan yang mencakup wilayah Kalimantan Utara berjumlah lebih dari tujuh ribu orang, dengan lebih dari seribu mahasiswa berasal dari Kabupaten Malinau. Dari jumlah tersebut, sebanyak 213 mahasiswa menerima manfaat beasiswa pemerintah daerah, yang didominasi program pendidikan guru.
Jeji menegaskan bahwa UT terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa batas usia, latar belakang, maupun kondisi sosial. Meski tidak menerapkan tes masuk, kualitas akademik tetap dijaga melalui sistem evaluasi dan ujian yang ketat.
“Kami tidak menolak siapa pun yang ingin belajar. Namun kualitas lulusan dijaga melalui proses pembelajaran dan ujian yang disiplin,” tegasnya.
Melalui kegiatan OSMB dan PKBJJ, mahasiswa baru dibekali pemahaman tentang hak dan kewajiban, pemanfaatan sumber belajar, serta strategi belajar efektif dalam sistem pendidikan jarak jauh. Ia berharap seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh agar mampu menyelesaikan studi tepat waktu dengan hasil optimal.




