Malinau
Bupati Malinau Dorong Pembelajaran Interaktif dan Budaya Literasi Sejak SD
Rully Yulianti Pratiwi
13 October 2026
7 views

Bupati Malinau Dorong Pembelajaran Interaktif dan Budaya Literasi Sejak SD

Malinau- Bupati Malinau Wempi W. Mawa, S.E., M.H., menekankan pentingnya peningkatan kualitas pendidikan Sekolah Dasar (SD), tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga melalui pembentukan karakter, kedisiplinan guru, dan pembiasaan budaya literasi di lingkungan sekolah.

Hal tersebut disampaikan saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) bidang pendidikan jenjang SD secara daring melalui Zoom, Senin (12/10/2026). Rakor tersebut menjadi bagian dari upaya mengevaluasi dan meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Malinau.

Dalam arahannya, Bupati Wempi meminta sekolah memperhatikan kebersihan lingkungan, kondisi fasilitas, serta kelayakan toilet. Ia juga mengingatkan para guru agar memberikan teladan yang baik kepada siswa, mulai dari kedisiplinan, kerapian berpakaian, hingga kehadiran di sekolah.

Selain itu, Bupati mendorong guru menerapkan metode pembelajaran yang lebih interaktif. Siswa tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga harus diberikan ruang untuk bertanya, berdiskusi, dan menyampaikan pendapat.

“Guru jangan hanya berbicara dan siswa mendengarkan. Berikan kesempatan kepada anak-anak untuk bertanya, berdiskusi, dan menyampaikan pendapatnya. Dengan begitu, mereka akan lebih berani, aktif, dan mampu berpikir kritis,” pesannya.

Untuk meningkatkan kemampuan literasi, Bupati Wempi meminta setiap sekolah membiasakan siswa membaca selama 15 menit setiap hari. Setelah membaca, siswa diarahkan untuk menceritakan kembali isi bacaan agar kemampuan memahami informasi dan keberanian berbicara semakin berkembang.

“Biasakan anak-anak membaca 15 menit setiap hari, kemudian minta mereka menceritakan kembali apa yang sudah dibaca. Kebiasaan sederhana ini harus dilakukan secara konsisten agar kemampuan literasi dan pemahaman mereka semakin baik,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa pembentukan karakter siswa harus dilakukan secara berkelanjutan melalui pembiasaan disiplin, kejujuran, sopan santun, dan kemandirian dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik siswa, tetapi juga oleh lingkungan sekolah yang nyaman serta keteladanan para guru dalam membentuk karakter generasi muda.

Karena itu, ia berharap seluruh tenaga pendidik dapat menjalankan perannya secara optimal, sehingga sekolah tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga menjadi lingkungan yang mampu membentuk siswa menjadi pribadi yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing.

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

* Email Anda tidak akan dipublikasikan. Semua kolom wajib diisi.

Memuat komentar...