Malinau
Butuh Kader SDM yang Andal
DISKOMINFO MALINAU
24 January 2017
370 views

Butuh Kader SDM yang Andal

MALINAU - Bupati Dr Yansen TP MSi menegaskan, progam Wajib belajar (Wajar) 16 Tahun merupakan solusi pemerintah daerah meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Malinau. Sekaligus sebagai upaya membangun SDM daerah yang kelak dapat diandalkan. Namun yang tak kalah penting adalah dalam upaya membangun kualitas individu masyarakat Kabupaten Malinau pada khsusunya.

Menurut Yansen TP, perjalan ke depan penuh tantangan.  Kabupaten Malinau membutuhan kader-kader pembangunan dan sumber daya manusia (SDM) yang baik. Karena pesoalan dan tantangan baru akan selalu ada. Apa yang sudah dicapai selama ini masih sangat rendah dan perlu disempurnakan. Padahal bangsa Indonesia ini sudah mencapai 70 Tahun sejak kemerdekaan dan 17 Tahun sejak Kabupaten Malinau dibentuk.

Oleh karena itu, mengawali rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) 2016-2021 bupati berharap kepada seluruh komponen masyarakat untuk bekerja secara nyata, tegas mengelola sesuai dengan persoalan apa yang dihadapi saat ini. “Pemerintah  ini tidak bergerak karena seremonial saja, karena normatif. Tidak, tapi pemerintah Kabupaten Malinau bekerja secara nyata dan sungguh-sungguh,” tegas dia.

Untuk itu, Bupati Yansen TP benar-benar berharap kepada seluruh jajaran pemerintah daerah Malinau baik eksekutif, maupun legisaltif maupun lembaga-lembaga yang memiliki peran pendukung seperti PKK, camat, kepala desa, RT tokoh masyarakat, pemuda, wanita dan seluruh elemen masyarakat harus punya tanggung jawab yang nyata. Karena, selama ini punya kemampuan yang cukup baik, punya strategi yang cukup baik tapi tidak berada dalam konteks perjalanan membangun  Kabupaten Malinau dan bangsa negera Indonesia ini. “Karenanya, kita masih menemukan banyak hal permasalahan dan tantangan dan boleh saya katakan kita seperti orang yang lari-lari di tempat. Ini yang harus dicernai sehingga kita bisa melangkah dan semua persoalan dapat dituntaskan dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Bupati juga menegaskan, RPJMD Malinau 2016-2021 sudah dipertegas dengan konsepsi Gerakan Desa Membangun (Gerdema) sebagai leading sectordengan pendekatan tiga program unggulan dengan sebaik-baiknya.  Oleh sebab itu, seluruh elemen masyarakat harus melakukan tugas ini dengan sungguh-sungguh, dengan baik dan benar dan dengan tekat yang bulat. Yaitu mewujudkan Malinau yang maju dan sejahtera.

Program Gerdema yang dicanangkan sebagai konsepsi pembangunan Malinau, impelementasinya melalui 3 prorgam utama unggulan dari 16 program yang dijalankan Pemkab Malinau sekarang ini. Tiga program unggulan tersebut memiliki komplementatif nilai-nilai dari seluruh aspek kehidupan masyarakat Malinau. Ketiga komponen tersebut yaitu, program RT Bersih, Beras Daerah (Rasda) dan Wajib Belajar 16 tahun. Dikatakan memiliki nilai satu kesatuan dari aspek kehidupan masyarakat Malinau, karena di dalamnya terkandung tatanan nilai-nilai kehidupan masyarakat secara menyeluruh. “Jadi, boleh saya katakan konsepsi pembangunan yang holistik (menyeluruh) dan humanis, bicara tentang nilai-nilai manusia secara utuh,” jelasnya.(ida/aan)

Agussalam Sanip/Radar Tarakan

sumber : kaltara.prokal.co

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

* Email Anda tidak akan dipublikasikan. Semua kolom wajib diisi.

Memuat komentar...