
2017, Impelementasi RPJMD 2016-2021
MALINAU–Bupati Malinau Dr Yansen TP MSi mengajak kepada seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan, untuk terus memperkokoh kebersamaan dan sinergi serta mengedepankan sikap penuh optimisme. Yakni senantiasa berjalan beriringan seraya bergandeng tangan, bahu-membahu, bekerja keras dalam melaksanakan pembangunan daerah pada tahun 2017 mendatang.
“Sebab, 2017 merupakan tahun pertama implementasi RPJMD Kabupaten Malinau tahun 2016-2021 melalui model Gerdema (Gerekan Desa Membangun) jilid kedua,” tegas Bupati Yansen TP.
Oleh karena itu, Bupati berharap agar kerja sama dan koordinasi yang sudah terjalin dengan baik ini dapat ditingkatkan ke depannya dengan mengedepankan dan mendahulukan kepentingan rakyat. “Serta selalu berpikir positif dalam melaksanakan seluruh proses pembangunan di Bumi Intimung ini,” imbuh Yansen TP.
Dikatakan Yansen TP, pelaksanaan pembangunan daerah yang diimplementasikan setiap tahun, sesungguhnya merupakan hasil perencanaan di tahun sebelumnya. Rangkaian proses tersebut telah tertuang dalam undang – undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional yang dijabarkan secara teknis dalam Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah.
Sebagai masyarakat yang taat hukum dan aturan, maka sudah menjadi kewajiban semua pihak dalam melaksanakan kegiatan selalu berpedoman pada berbagai aturan perencanaan yang ada baik undang-undang. Juga peraturan pemerintah, peraturan daerah maupun payung hukum lainnya agar pelaksanaan pembangunan tetap bergerak pada rel yang benar. “Serta dapat memberikan hasil yang optimal sesuai dengan harapan kita bersama,” tegasnya.
Bupati dua priode ini menjelaskan, pada 1 november 2016 yang lalu, Pemkab Malinau bersama-sama dengan DPRD Malinau telah menyepakati rancangan Kebijakan Umum Anggaran ( KUA ) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS ) Kabupatan Malinau tahun 2017. Pada momen kesepakatan tersebut, Pemkab telah menyampaikan banyak hal terkait dengan kondisi anggaran daerah saat ini dan prediksi ke depan. Keduanya menyadari bersama bahwa saat ini anggaran pemerintah tengah mengalami kontraksi yang cukup dalam. Kondisi ini berdampak terhadap proses pembangunan secara nasional, termasuk Kabupaten Malinau. Namun, kondisi ini tentu tidak menyurutkan langkah pemerintah Malinau untuk terus bergerak maju. “Kita tetap optimis, tahun 2017 mendatang kondisi keuangan negara akan lebih baik lagi,” ungkapnya. (ida/aan)
sumber : kaltara.prokal.co
AGUSSALAMSANIP/RADAR TARAKAN




