Malinau
611 PNS Ikuti Assessment
DISKOMINFO MALINAU
15 November 2016
245 views

611 PNS Ikuti Assessment

MALINAU – Sejumlah pejabat di lingkup Kantor Bupati Malinau kembali menjalani assessment untuk untuk mengisi Sumber daya manusia (SDM) Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang berkualitas dan tepat sasaran.

Bupati Malinau, Dr Yansen TP MSi, Senin (14/1) kemarin menuturkan, dengan diadakanya assessment yang diikuti kurang lebih sekitar 611 pegawai ini, diminta bisa menjadi pemimpin yang bertanggung jawab untuk membangun Malinau.

“Ada enam alasan saya menilai seseorang yang harus diperhatikan, terutama untuk menjadi seorang pemimpin, seperti harus mempunyai spiritual yang baik, emosional yang baik, loyal, produktif, ekonomis, dan berkebangsaaan,” ungkapnya dihadapan ratusan peserta yang hadir.

Untuk menjabat sebagai pimpinan strategis di instansi, kata Yansen,  harus menjaga profesionalitas karena memiliki kemampuan yang besar untuk memengaruhi bawahan dan orang di sekitarnya untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu.

Untuk itu, lanjutnya, loyalitas terhadap pimpinan harusnya dimiliki bukan hanya loyal terhadap diri sendiri. Sebab, menjadi PNS harus bisa menjalankan perintah dan patuh terhadap tugas-tugasnya.

“Karena saya menganggap semua pejabat jika menseriusi semua kepentingan demi membangun Malinau dengan menjalankan program-program akan  menjadikan Malinau ini sebagai kabupaten yang kuat,” akunya.

Semua peserta yang mengikuti asesment juga diharapkan, bisa menjadi pemimpin yang benar-benar bisa diandalkan dan berkesinambungan untuk Malinau kedepannya. "Yang jelas ini harus sesuai dengan porsi dan jabatannya," pungkasnya.

Sebanyak 611 peserta assessment terdiri dari pejabat struktural eselon IIb, IIIa, IVa dan IVb. Ini disebutkan kepala Badan Kepegawaian Daerah Malinau Drs Tan Irang M.Ap. Menurutnya, dengan dilakukan assessment tidak lain untuk mengukur kemampuan dari para pejabat.

“Assessment PNS untuk mengetahui kompetensi yang pertama untuk mengisi kekosongan, kedudukan kepala dinas yang masih belum ada menjadi pelaksana tugas di Malinau,” ujarnya.

Dijelaskan, dengan adanya perubahan Peraturan Pemerintah yang baru juga akan ada Dinas baru yang masih dibahas. Ia juga menyampaikan, setelah adanya assessment akan mengadakan lelang jabatan yang ada di Malinau.

“Karena masih ada sekitar 9 kepala dinas yang masih didukuki Pelaksana Tugas (Plt) dan jabatan yang kosong. Namun demikian, hal ini juga masih bisa berubah karena belum ada keputusan dari Provinsi. Karena belum ada pemberitahuan ke BKD apakah berkas yang diajukan sudah disetujui atau ada perubahan,”jelasnya.

Direkur Utama Assessment Center Prof Andri Paton M.si dari Universitas Mulawarman menambahkan, dengan dilaksanakannya assessement bisa mendapatkan gambaran yang terang terhadap pegawai untuk sebuah kepemimpinan yang tepat. “Jika sebuah jabatan tidak diisi dengan ahlinya akan timbul kehancuran. Kita meminta agar semua peserta menunjukan kemampuanya, karena akan ada rangking yang meliputi 3 macam seperti rekomendasi, disayangkan, dan dipertimbangkan dengan cacatan,” akunya. (ewy/aan)

EKO WIJIYANTO/RADAR TARAKAN

sumber : kaltara.prokal.co

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

* Email Anda tidak akan dipublikasikan. Semua kolom wajib diisi.

Memuat komentar...