Malinau
Banjir Bandang Rendam Tiga Desa
DISKOMINFO MALINAU
15 November 2016
710 views

Banjir Bandang Rendam Tiga Desa

MALINAU - Puluhan rumah warga tiga desa di Desa Belayan, Salap dan Putat, Kecamatan Malinau Utara, Sabtu (12/11) lalu terendam banjir. Banjir terjadi karena luapan Sungai Sembuak yang melewati pemukiman penduduk tiga desa tersebut. Desa Belayan yang bertetangga bersebelahan dengan Markas Batalyon Infanteri (Yonif) 614 Raja Pandit mengalami banjir paling parah. Ketinggian air di kawasan ini mencapai 2 meter, bahkan di beberapa titik terendah air nyaris menutup atap-atap rumah. “Air besar dari hulu sungai sehingga banjir di sini. Bertemu air pasang,” jelas Ilyas, salah satu tokoh masyarakat Belayan. Yaitu air pasang dari Sungai Sesayap tempat bermuaranya Sungai Semendurut. Kondisi yang sama juga terlihat di Desa Salap. Posisi pemukiman yang berada di lembah bukit dan belokan sungai membuat hampir seluruh pemukiman warga desa ini terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 2 hingga 3 meter. “Kalau hujan lagi di hulu sungai banjir bisa lebih parah,” ungkap David, warga Salap, Sabtu (12/11) siang disela kesibukannya mengevakuasi barang, dibantu anggota polisi dari Polres Malinau dan Polsek setempat, TNI, dan petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Upaya evakuasi dilakukan dengan menggunakan perahu warga ditambah perahu karet milik polisi yang diperbantukan untuk melayani berbagai keperluan, termasuk untuk mengangkut lalu lintas warga menyeberangkan warga yang hendak melintas. Ada 2 jalan yang terputus akibat banjir tersebut, yaitu jalan menuju Desa Belayan dan Markas Yonif 614 RJP dan Jalan Trans Kaltara yang melintasi Desa Putat dan Salap. Tidak ada korban jiwa dalam bencana banjir tersebut. Namun kerugian materil warga ke-3 desa tersebut diperkirakan mencapai ratusan juta. Selain kerugian karena kerusakan pada rumah-rumah warga, kerugian materi juga terjadi karena banyak harta benda warga, ternak dan tanaman pertanian yang hilang dan rusak.“Kami masih sempat menyelamatkan apa yang ada dirumah karena banjirnya naik perlahan. Bukan tiba-tiba,” ujar Marten, warga Salap.Banjir bandang yang melanda 3 desa tersebut bukan kali pertama. Hampir setiap tahun terjadi pada saat curah hujan tinggi. Dalam sepekan terakhir ini, curah hujan memang tinggi. Hujan turun hampir setiap malam mulai pertengahan malam atau menjelang dini hari hingga pagi. “Yang menyebabkan banjir di sini adalah hujan yang terjadi di hulu sungai sana,” ungkap Kepala BPBD Elisa. Untuk mengantisipasi banjir susulan, BPBD setelah berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan TNI, melakukan siaga banjir dengan membuka posko di beberapa lokasi aman banjir.“Kami sudah melakukan koordinasi dengan TNI dan Polri dan disepakati bersama bahwa semua siaga malam (Sabtu malam) untuk berjaga-jaga,” ungkapnya. Dapur umum dibuka untuk memberikan pelayanan kepada korban banjir yang rumahnya terendam air. Warga yang tempatnya terendam, Sabtu malam dievakuasi di tempat yang lebih tinggi dan aman. Puluhan Warga Salap misalnya, Sabtu malam lalu mengamankan diri di sekitar Jembatan Sungai Simendurut yang posisinya lebih tinggi dan dekat dengan tempat tinggal mereka.

Sumber : http://www.korankaltara.co/read/news/2016/15765/banjir-bandang-rendam-tiga-desa.html

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

* Email Anda tidak akan dipublikasikan. Semua kolom wajib diisi.

Memuat komentar...