Vicon dengan Kementerian Desa
MALINAU – Bertepatan dengan Hari Pahlwan (10/11) lalu, Kabupaten Malinau bersama Kabupaten Poso berkesempatan melakukan video conference (vicon) dengan Kementerian Desa, Pembangungan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT). Dalam kesempatan itu, Bupati Malinau Dr Yansen TP MSi menyampaikan dan memaparkan tentang kondisi Malinau.
“Pagi ini kami bangga dan bahagia bisa komunikasi dengan Kementerian Desa PDTT. Ini merupakan sejarah dan terobosan yang sangat baik, semoga bisa berlanjut terus Pak Dirjen. Agar program-program Pemerintah Pusat untuk daerah-daerah tertinggal khususnya seperti kami bisa dikomunikasikan dengan baik. Untuk itu kami menyambut baik adanya vicon yang dilaksanakan hari ini,” ujar Bupati Yansen TP kepada Direktur Jenderal (Dirjen) Pengembangan Daerah Tertentu Kementerian Desa PDTT, Dr. Ir. Suprayoga Hadi, MSP yang memimpin jalannya acara vicon mewakili Menteri Desa PDTT Eko Putro Sandjojo, BSEE., M.BA.
Untuk Kabupaten Malinau, vicon bertempat di ruang Tebengang, Kantor Bupati Malinau. Kegiatan ini dihadiri seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau, seperti beberapa Camat, Kepala Desa hingga Ketua RT. Dan terlebih khusus, yaitu vicon juga dilaksanakan atau terkoneksi dengan Kecamatan Mentarang Hulu yang merupakan salah satu kecamatan perbatasan yang berada di pedalaman dan terpencil.
“Secara khusus juga hari ini hadir satu kecamatan kami, sesuai komunikasi. Sesungguhnya semua kecamatan kami bisa pak untuk komunikasi menggunakan vicon seperti yang kita saksikan yaitu Kecamatan Mentarang Hulu,” lapor Bupati.
Sebelum menyampaikan terkait program pemerintah pusat dan program Pemkab Malinau Sendiri, untuk diketahui, kata Bupati, Malinau merupakan satu dari kabupaten yang berada di Kalimantan Utara (Kaltara), Provinsi termuda di Indonesia.
“Malinau ini umurnya baru 17 tahun setelah pemekaran dari Kabupaten Bulungan . luas wilayah kami adalah setengah dari luas Provinsi Kaltara, yaitu 52 persen wilayah Kaltara ini adalah Kabupaten Malinau,” ungkapnya.
Sedangkan Kondisi geografis, lanjutnya, sangat berat dengan cakupan wilayah tidak merata penyebaran penduduknya di bentang batas negara. Malinau memiliki garis bentang perbatasan darat sepanjang 506 kilometer dengan Malaysia dan kondisinya sangat memprihatinkan dalam artian, bahwa sampai saat ini mobilisasi penduduk sangat terbatas, karena isolasi wilayah.
“Nah, mudahan-mudahan nanti dengan adanya komunikasi ini, Kementerian Desa PDTT bisa merekam situasi yang ada di perbatasan, khususnya Malinau. Sehingga kedepan kami harapkan bisa menjadi solusi yang terbaik dalam menangani pembangunan di daerah kami,” harapnya.Kabupaten Malinau memiliki 15 kecamatan, 6 diantaranya berada di kawasan daerah pebatasan, pedalaman dan terpencil. Kemudian Malinau memiliki 109 desa, 60 persen berada di perbatasan, pedalaman dan terpencil.Kondisi saat ini, lanjut Yansen, memang sangat memerlukan perhatian. Walaupun, pihaknya sudah membuka jalur transportasi ke daerah-daerah pebatasan, pedalaman dan daerah terpencil tapi masih memerlukan perhatian. Karena tingkat mobilisasi cukup rendah dan jalannya masih berupa jalan tanah.“Dengan kondisi ini, sehigga dengan demikian, pengembangan-pengembangan pembangunan di kawasan perbatasan, pedalaman dan terpencil ini masih memerlukan perhatian dan kerja keras kita semua,” kata Bupati Malinau yang mempunyai program yang sejalan dengan Kementerian Desa PDTT ini, yaitu sama-sama membangun dari desa. (ags/aan)sumber : kaltara.prokal.coAGUSSALAM SANIP/RADAR TARAKAN




