Malinau
Mesin Cetak Terbatas, Target Tercapai Baru 50 Persen
DISKOMINFO MALINAU
11 October 2016
228 views

Mesin Cetak Terbatas, Target Tercapai Baru 50 Persen

MALINAU-Dinas Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Malinau terus berupaya melakukan program pemerintah melalui Dirjen Pusat Pencatatan Sipil yang menerapkan wajib Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik. Meski saat ini baru 50 persen capaian target lantaran terbatasnya mesin cetak yang hanya dimiliki sebanyak 2 buah.

Hal ini diungkapkan Kepala Disdukcapil Malinau melalui Kasi Informasi dan Penyuluhan, Astuti, bahwa program yang telah dianjurkan oleh pusat dari bulan September lalu, perekaman ke warga wajib KTP terus dilalukan di setiap wilayah. "Sampai akhir bulan sudah terlaksana namun masih ada juga belum disetor karena server dan alatnya minim," jelasnya.

Dijelaskannya lagi, perekaman data pun sudah dilakukan hingga ke daerah-daerah yang lokasinya jauh meski hanya 2 alat saja yang aktif. Antusias kepala desa dan warga dalam menyukseskan program e-KTP dinilai sudah sangat maksimal. Namun dengan adanya sosialisasi yang sudah dilakukan pihak desa, banyak juga warga yang belum sadar keperluan KTP dengan menggampangkanya.

“Kami sudah berupaya namun warga sendiri yang belum benar-benar memahami keperluan KTP masih banyak yang mementingkan ke ladang. Sehingga pada waktunya perekaman yang dilakukan di lapangan ada saja yang tidak hadir dengan alasan ke ladang,” ungkapnya.

Untuk itu, ia selalu mengingatkan kepada kepala desa agar selalu memberikan pengertian ke warganya supaya melakukan perekaman. Jangan sampai jika bertepatan dengan keperluan yang menyangkut KTP, warga baru datang ke kantor capil dan terburu-buru karena untuk mengurus sesuatu.

“Sampai saat ini jumlah penduduk dengan data perekaman berjumlah 81.638 dengan wajib KTP 55.226 yang sudah melakukan perekaman sejumlah 80.692 dan yang belum melakukan perekaman sejumlah 14.346. Sehingga kita akan terus berupaya agar semua bisa diselesaikan,” jelasnya.

Namun, bukan hanya itu saja, kendala lain seperti server juga tidak maksimal sehingga data yang dari desa dan kecamatan di wilayah yang jauh, belum ada  yang masuk ke capil karena data-data itu sebagai acuan. "Diharapkan semua bisa saling bekerja sama untuk menyukseskan program e-KTP ini," harapnya.  (ewy/fly)

EKO WIJIYANTO/RADAR TARAKAN

sumber : kaltara.prokal.co

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

* Email Anda tidak akan dipublikasikan. Semua kolom wajib diisi.

Memuat komentar...