Malinau
Peduli Tanpa Pamrih, PMI dan PMR Malinau Berikan Bantuan untuk Korban Kebakaran
Rully Yulianti Pratiwi
31 January 2026
4 views

Peduli Tanpa Pamrih, PMI dan PMR Malinau Berikan Bantuan untuk Korban Kebakaran

Malinau – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Malinau menyalurkan bantuan sosial kepada korban kebakaran di Desa Respen Tubu, Kecamatan Malinau Utara. Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di Posko Bantuan Kebakaran RT 6 Desa Respen Tubu, Jumat (30/1/2026).

Ketua PMI Malinau, Dr. Ernes Silvanus, S.Pi., M.M., M.H., menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan hasil penggalangan donasi yang dilakukan oleh relawan PMI bersama adik-adik Palang Merah Remaja (PMR) dari sejumlah sekolah selama tiga hari.

Ia mengungkapkan, meskipun tidak secara langsung mendampingi seluruh rangkaian kegiatan penggalangan dana, dirinya mengetahui betul perjuangan para relawan yang turun langsung ke lapangan, bahkan hingga ke jalan dan jembatan, untuk mengumpulkan donasi.

“Selama tiga hari mereka bekerja, dua hari di jalanan dan jembatan, hari ketiga di kegiatan Hari Desa di Pulau Sapi. Ini sudah biasa kami lakukan setiap ada musibah, baik banjir maupun kebakaran. Di PMI, yang diutamakan adalah kemanusiaan,” ujarnya.

Ernes menambahkan, para relawan PMI bekerja secara sukarela tanpa menerima gaji. Menurutnya, hal tersebut menjadi bukti kuatnya jiwa sosial dan kepedulian kemanusiaan para relawan.

Dari hasil penggalangan dana tersebut, terkumpul donasi sekitar Rp9,6 juta. PMI kemudian membulatkan jumlah bantuan menjadi Rp10 juta untuk diserahkan kepada pihak posko dan selanjutnya dikelola bagi para korban kebakaran.

“Angka ini tentu tidak sebanding dengan kerugian yang dialami bapak ibu semua. Namun ini adalah bentuk kepedulian adik-adik PMR, anak-anak SMA dari berbagai sekolah, yang dengan ikhlas mengumpulkan rupiah demi rupiah di pinggir jalan,” jelasnya.

Ernes juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh relawan PMI dan PMR yang telah berjuang di lapangan, meskipun harus berpanas-panasan demi membantu sesama.

Ia juga mengingatkan pentingnya sosialisasi pencegahan kebakaran kepada masyarakat, mengingat beberapa kejadian kebakaran yang berulang di wilayah Malinau Utara, khususnya di Desa Respen Tubu dan sekitarnya.

“Kerugian materi mungkin bisa kita ganti perlahan, tetapi korban jiwa dan trauma itu sangat berbahaya dan dampaknya panjang. Harapan kita semua tetap kuat dan saling mendukung untuk bangkit ke depan,” pungkasnya.

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

* Email Anda tidak akan dipublikasikan. Semua kolom wajib diisi.

Memuat komentar...