
Mewakili Bupati, Sekda Malinau Resmi Buka Konferensi Daerah X GKII Pujungan
Malinau – Sekda Malinau, Dr. Ernes Silvanus, S.Pi., M.M., M.H., mewakili Bupati Malinau membuka secara resmi Konferensi Daerah (Konda) X Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Daerah Pujungan 2026, Selasa (14/7/2026).
Dalam sambutan Bupati yang dibacakannya, pemerintah daerah mengajak seluruh peserta konferensi menjadikan momentum tersebut sebagai wadah memperkuat persatuan, pelayanan, dan pembangunan karakter generasi penerus.
Atas nama Pemerintah Kabupaten Malinau, Sekda menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar GKII Daerah Pujungan atas terselenggaranya konferensi yang berlangsung pada 14–18 Juli 2026.
Pemerintah berharap seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar serta menghasilkan keputusan-keputusan yang membawa kemajuan bagi gereja, jemaat, dan masyarakat.
Dalam sambutan tersebut, tema konferensi "Bertumbuh Bersama" yang diangkat dari Efesus 4:15–16 dinilai sangat relevan dengan tantangan kehidupan saat ini.
Bertumbuh bersama dimaknai sebagai semangat saling menopang, membimbing, berbagi pengetahuan, dan menghadirkan kepemimpinan yang melayani, bukan untuk dilayani.
Sekda juga menyampaikan bahwa pertumbuhan sejati tidak hanya diukur dari bertambahnya jumlah anggota atau besarnya organisasi, tetapi dari semakin kuatnya kasih, persatuan, kepedulian, dan manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.
Karena itu, konferensi tidak hanya menjadi agenda memilih kepengurusan periode 2026–2031, tetapi juga menjadi ruang refleksi untuk memperkuat peran gereja dalam membangun generasi muda serta menghadirkan kasih di tengah kehidupan bermasyarakat.
Dalam pesannya kepada peserta konferensi, Sekda mengingatkan agar perbedaan pandangan dalam proses pemilihan kepengurusan tidak memutus tali persaudaraan.
"Siapa pun yang nantinya dipercaya memimpin GKII Daerah Pujungan periode 2026–2031 diharapkan mendapat dukungan penuh demi keberlanjutan pelayanan dan kebersamaan," ujarnya.
Mengakhiri sambutan Bupati, Sekda berharap semangat "Bertumbuh Bersama" tidak berhenti setelah konferensi selesai, tetapi terus diwujudkan dalam kehidupan keluarga, jemaat, dan masyarakat untuk bersama-sama membangun Kabupaten Malinau.



