Malinau
Gandeng UGM, Bidang SDA PU PR-Perkim Gelar Rapat Persiapan Studi Penanganan Banjir Sungai Sesayap
Rully Yulianti Pratiwi
04 March 2026
15 views

Gandeng UGM, Bidang SDA PU PR-Perkim Gelar Rapat Persiapan Studi Penanganan Banjir Sungai Sesayap

Malinau– Dalam rangka memastikan kelancaran, efisiensi dan kualitas pelaksanaan kegiatan tahun anggaran 2026, Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PU PR-Perkim) Kabupaten Malinau melalui Bidang Sumber Daya Air menggelar rapat persiapan studi dan perancangan penanganan banjir Sungai Sesayap. Rapat berlangsung di ruang rapat Kepala Dinas PU PR-Perkim, Rabu (4/3/2026).

Rapat dipimpin Kepala Bidang Sumber Daya Air, Mei Desan, S.T., yang menyampaikan bahwa pada tahun 2026 pihaknya akan melaksanakan paket kegiatan bertajuk Studi dan Perancangan Penanganan Banjir Sungai Sesayap di Kecamatan Malinau Kota dan Kecamatan Malinau Utara.

“Kegiatan ini akan kami laksanakan melalui kerja sama dengan pihak akademisi dari Universitas Gadjah Mada,” ujar Mei Desan.

Ia menjelaskan, skema yang digunakan adalah swakelola tipe II, yakni kerja sama antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi. Menurutnya, kolaborasi dengan UGM bukanlah yang pertama kali dilakukan.

“Secara historis, kita sudah pernah bekerja sama dengan UGM dalam penanganan tebing sungai, seperti di Malinau Seberang dan Tanjung Lapang. Hasilnya bisa kita lihat sampai hari ini masih bertahan dengan baik dan mampu menahan dampak banjir,” jelasnya.

Adapun tujuan pekerjaan ini adalah untuk mendapatkan bentuk penanganan banjir dan erosi tebing Sungai Sesayap berdasarkan kajian hidrodinamika, khususnya pada ruas Desa Pelita Kanaan hingga PLTU Malinau di Desa Kelapis.

“Nantinya akan muncul DED atau Detail Engineering Design untuk empat lokasi, yakni Desa Pelita Kanaan, Malinau Seberang, Pelabuhan Speedboat dan PLTU Malinau di Desa Kelapis. Dari hasil peninjauan kami, kondisi tebing di beberapa titik memang harus segera diamankan karena erosinya semakin parah,” tegasnya.

Pendanaan kegiatan ini bersumber dari APBD 2026 dengan nilai sekitar Rp1,5 miliar yang meliputi penyusunan Feasibility Study (FS) dan DED. Lingkup pekerjaan mencakup pengukuran topografi, batimetri untuk menghitung kecepatan arus, serta pengukuran hidrometri seperti elevasi muka air dan kedalaman sungai.

Dalam mendukung kajian tersebut, akan dipasang sejumlah alat pemantau, di antaranya Automatic Rainfall Recorder (ARR) dan Automatic Water Level Recorder (AWLR) yang menggunakan tenaga listrik.

“Alat ini nantinya akan memantau curah hujan dan elevasi muka air sungai secara realtime. Data yang masuk akan terintegrasi dengan server UGM dan bisa diakses melalui HP oleh instansi terkait maupun masyarakat, sehingga kita bisa meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi luapan Sungai Sesayap,” terangnya.

Ia menambahkan, pihaknya juga mengundang PLN untuk membahas dukungan sumber energi listrik, khususnya untuk titik pemasangan alat di wilayah Kelapis.

“Harapan kami, melalui rapat ini kita bisa menyepakati lokasi pemasangan alat dan kebutuhan sumber energinya. Setelah itu, jika dari UGM sudah siap, mereka bisa segera turun ke Malinau untuk memasang alat dan memulai tahapan kajian,” pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, Pemkab Malinau berharap upaya pengendalian banjir Sungai Sesayap dapat dilakukan secara terukur, berbasis data ilmiah dan berkelanjutan demi melindungi masyarakat serta infrastruktur di Kecamatan Malinau Kota dan Malinau Utara.

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

* Email Anda tidak akan dipublikasikan. Semua kolom wajib diisi.

Memuat komentar...