
Edukasi Diabetes bagi Lansia Jadi Fokus Pengabdian Mahasiswa Ners di Desa Pelita Kanaan
Malinau– Program pengabdian masyarakat bertajuk Gerakan Lansia Peduli Diabetes, Cegah Komplikasi Sejak Dini digelar oleh Program Profesi Ners Institut Teknologi Kesehatan Wiyata Husada Samarinda di Desa Pelita Kanaan, Kecamatan Malinau Kota, Jumat (22/5/2026). Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya para lansia, dalam meningkatkan pemahaman mengenai penyakit diabetes melitus serta pencegahan komplikasi sejak dini. Ketua panitia Astati, S.Kep., dalam laporannya menyampaikan, diabetes merupakan salah satu penyakit yang banyak dialami masyarakat, terutama kalangan lansia. Jika tidak ditangani dengan baik, penyakit tersebut dapat memicu berbagai komplikasi serius. “Tujuan kegiatan ini untuk memberikan edukasi kepada lansia terkait pengaturan pola makan, aktivitas fisik, kepatuhan minum obat, serta membangun kerja sama antara tenaga kesehatan, masyarakat, dan keluarga dalam mendukung kesehatan lansia,” ujarnya. Ia menjelaskan, kegiatan pengabdian masyarakat berlangsung selama dua hari, mulai 21 hingga 22 Mei 2026 dengan sasaran sekitar 50 orang lansia. Berbagai kegiatan dilaksanakan, mulai dari skrining kesehatan, penyuluhan kesehatan, hingga senam terapi bagi para lansia. Seluruh kegiatan terlaksana dengan dukungan swadaya mahasiswa dan kerja sama berbagai pihak. “Kami menyampaikan terima kasih kepada pemerintah desa, tenaga kesehatan, masyarakat, dan seluruh panitia yang telah bekerja sama sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan baik. Kami berharap kegiatan ini mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan dan mencegah komplikasi diabetes sejak dini,” katanya. Sementara itu, Kepala Desa Pelita Kanaan, Adi Spelman, mengapresiasi dipilihnya Desa Pelita Kanaan sebagai lokasi pengabdian masyarakat mahasiswa Profesi Ners dan mahasiswa kesehatan. Ia mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan kepada masyarakat desa, khususnya dalam pelayanan kesehatan bagi para lansia. “Kami sangat berterima kasih karena Desa Pelita Kanaan dipilih sebagai tempat pengabdian masyarakat. Kehadiran adik-adik mahasiswa ini sangat membantu warga, terutama para lansia untuk mendapatkan edukasi dan pemeriksaan kesehatan,” ungkapnya. Adi juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan, khususnya penyakit diabetes yang banyak dialami masyarakat usia lanjut. “Kami berharap para lansia semakin sadar pentingnya menjaga pola hidup sehat dan rutin memeriksakan kesehatan. Terima kasih atas semangat dan kepedulian mahasiswa yang sudah hadir membantu masyarakat di desa kami,” tutupnya.




