Malinau
Usai Penyemprotan Disinfektan, Ketua RT 12 Desa Malinau Kota Berencana Bagikan Sembako Untuk Warganya
DISKOMINFO MALINAU
15 April 2020
146 views

Usai Penyemprotan Disinfektan, Ketua RT 12 Desa Malinau Kota Berencana Bagikan Sembako Untuk Warganya

Malinau- Edy Mulyono Ketua RT 12 Desa Malinau Kota bersama relawan melakukan kegiatan penyemprotan disinfektan di seputaran lingkungan RT mereka. Hal ini dilakukan dalam rangka melakukan pencegahan terhadap penyebaran Virus Corona (Covid- 19).

Untuk penyemprotan disinfekan ini sendiri sudah berlangsung 4 kali yang dilakukan mulai dari bulan Maret 2020 yang lalu.

“Bulan April ini merupakan penyemprotan yang ke 2 kali total sudah 4 kali penyemprotan dari bulan Maret,” jelasnya.

Untuk sementara kata Edy, bahan disinfektan yang diterima di bulan Maret kemarin merupakan bantuan dari desa dan bulan ini berasal dari partisipasi warga setempat RT 12. Tidak hanya disinfektan saja, bantuan berupa alat penyemprotan juga dari warganya.

“Rencana kami akan anggarkan dana RT untuk biaya operasional penyemprotan sekitar 1 juta ditambah makan dan minum,” ungkapnya.

Lebih lanjut, selain melakukan penyemprotan disinfektan di rumah warga khususnya RT 12, pihaknya dan relawan berencana kedepan akan membagi-bagikan sembako yang rencananya akan disalurkan kepada keluarga yang dianggap kurang mampu.

“Jumlah yang akan kami bagikan sesuai dengan list yang telah kami sepakati bersama relawan yaitu sekitar 35 orang untuk saat ini. Mungkin nanti akan bertambah melihat keadaan, kondisi dan situasi,” ujarnya.

Untuk pembagian sembako lanjut Edy, akan menggunakan dana RT paling cepat bulan ini akan diberikan tergantung usulan dari masyarakat RT 12 seperti apa.

“Jadi rencana kami mengundang beberapa perwakilan masyarakat untuk membahas masalah pembagian sembako tersebut,” ucapnya.

Edy merasa bersyukur bahwa sejauh ini tidak ada informasi terkait warganya yang masuk dalam status ODP dan PDP.

“Alhamdulillah sejauh ini tidak ada dan mudah-mudahan tidak ada. Untuk pendatang yang datang dari luar baik itu mahasiswa ataupun warga, ada sekitar 20 orang dan semuanya sudah melapor dan sebagian langsung melaporkan diri ke dinas terkait. Salah satunya ke Puskesmas terdekat untuk mendapat pelayanan kesehatan mengecek kesehatan mereka serta melakukan karantina mandiri,” ungkapnya.

"Saya Ada Untuk Semua""Bersama Kita Pasti Bisa""Salam Harmonis Untuk Kita Semua”

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

* Email Anda tidak akan dipublikasikan. Semua kolom wajib diisi.

Memuat komentar...