
Sri Subhapanno Mahathera: Dukungan Pemkab Malinau untuk Waisak Sangat Luar Biasa
Malinau – Sanghanayaka Sangha Theravada Indonesia, YM. Sri Subhapanno Mahathera, mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Malinau dalam penyelenggaraan Perayaan Sannipata Tri Suci Waisak 2570 Buddhis Era (BE) yang digelar di Ruang Tebengang, Kantor Bupati Malinau, Sabtu (11/7/2026).
Dalam sambutannya, Sri Subhapanno Mahathera menyebut perayaan Waisak di Malinau menjadi salah satu yang paling berkesan karena mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah, Forkopimda, serta seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, kondisi seperti ini masih sangat jarang ditemui di berbagai daerah lain.
"Biasanya umat Buddha menyelenggarakan Waisak secara mandiri. Namun di Malinau, pemerintah memberikan perhatian dan dukungan penuh sehingga perayaan dapat berlangsung dengan baik dan sukses," ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras menyukseskan perayaan Waisak sebagai momentum mengenang tiga peristiwa suci dalam kehidupan Buddha Gotama, yakni kelahiran, pencapaian penerangan sempurna, dan parinibbana.
Mengusung tema "Menapaki Jalan Mulia, Bersumbangsih bagi Negeri", Sri Subhapanno Mahathera mengajak umat Buddha untuk menyeimbangkan pengamalan ajaran Dhamma dengan kepedulian sosial sebagai bentuk kontribusi nyata bagi bangsa.
Menurutnya, ada tiga bentuk sumbangsih yang dapat dilakukan umat Buddha. Pertama, menjaga kerukunan, baik di internal umat Buddha maupun dengan pemeluk agama lain, sehingga kehidupan bermasyarakat tetap damai dan harmonis.
Kedua, membangun sarana pendukung praktik Dhamma, sekaligus membangun kualitas batin melalui pengembangan moral, meditasi atau pengendalian batin, serta kebijaksanaan.
Ia mencontohkan peresmian Gedung Sekolah Minggu Buddha (SMB) Samadhina di Malinau sebagai langkah positif dalam membentuk karakter generasi muda Buddhis.
Ketiga, mengendalikan diri melalui pikiran, ucapan, dan perbuatan yang baik. Dengan mampu menjaga diri sendiri, seseorang akan lebih mudah hidup berdampingan, bersinergi, dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Di akhir sambutannya, Sri Subhapanno Mahathera mengajak seluruh umat Buddha untuk menjadikan momentum Waisak sebagai kesempatan memperkuat nilai-nilai moral, memurnikan diri, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama demi mewujudkan Indonesia yang damai, rukun, dan sejahtera.




