
Press Release BPS: Kemiskinan Malinau Turun, Sensus Ekonomi 2026 di Depan Mata
Malinau – Badan Pusat Statistik (BPS) Malinau menggelar press release data strategis sekaligus sosialisasi awal Sensus Ekonomi 2026. Kegiatan ini berlangsung di Kayangan Café dan dihadiri oleh perwakilan pemerintah daerah, asosiasi usaha, serta insan media.
Paparan disampaikan langsung oleh Kepala BPS Malinau, Yanuar Dwi Cristyawan. Ia menjelaskan bahwa rilis data strategis ini bertujuan memberikan gambaran kondisi sosial dan ekonomi Malinau sebagai bahan evaluasi sekaligus referensi penyusunan kebijakan dan program pembangunan ke depan.
“Di akhir tahun ini kami mencoba merilis data secara bersama-sama agar dapat menjadi gambaran dan bahan evaluasi bagi penyusunan program di tahun mendatang,” ujarnya.
Dalam paparannya, Yanuar menyampaikan bahwa angka kemiskinan Kabupaten Malinau tahun 2025 mengalami penurunan signifikan, dari 6,94 persen pada 2024 menjadi 5,56 persen. Penurunan ini setara dengan berkurangnya sekitar 1.210 jiwa penduduk miskin.
Menurutnya, kenaikan kemiskinan pada 2024 dipengaruhi oleh faktor di luar kendali, seperti bencana dan inflasi pasca akhir 2023. Namun, ketika kondisi kembali normal, angka kemiskinan pun menurun cukup tajam.
Secara nasional, Malinau menempati peringkat 110 kabupaten/kota dengan tingkat kemiskinan terendah dari 514 daerah di Indonesia. Sementara di tingkat regional Kalimantan, Malinau berada di peringkat 36 terendah, dengan kondisi ketimpangan yang juga terus membaik.
Dari sisi struktur ekonomi, BPS juga mencatat adanya pergeseran tenaga kerja dari sektor pertanian ke sektor jasa, yang pada 2025 untuk pertama kalinya jumlahnya melampaui sektor pertanian. Hal ini sejalan dengan meningkatnya kualitas pendidikan dan perubahan minat generasi muda.
Sementara itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Malinau tahun 2025 mencapai 75,21, meningkat dari 74,72 pada tahun sebelumnya. Capaian ini menempatkan Malinau di peringkat kedua tertinggi se-Kalimantan Utara setelah Kota Tarakan.
Menutup paparannya, Yanuar menyampaikan bahwa tahun 2026 BPS akan melaksanakan Sensus Ekonomi, yang berlangsung pada Mei hingga Juli 2026.
Sensus ini akan mendata seluruh unit usaha, mulai dari usaha ultra mikro hingga perusahaan besar, dan seluruh data dijamin kerahasiaannya.
“Hasil sensus ekonomi ini sangat penting untuk melihat struktur ekonomi daerah, menangkap perkembangan ekonomi digital, serta menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran,” tegasnya.




