Malinau
Bupati Malinau Lepas Peserta Ziarah dan Rekoleksi Umat Katolik ke Vatikan dan Lourdes
DISKOMINFO MALINAU
23 October 2019
369 views

Bupati Malinau Lepas Peserta Ziarah dan Rekoleksi Umat Katolik ke Vatikan dan Lourdes

Malinau- Pelepasan peserta ziarah dan Rekoleksi umat Katolik Kabupaten Malinau ke tanah suci Vatikan (Roma) dan Lourdes (Perancis) berlangsung di ruang Laga Feratu Kantor Bupati Malinau, pada Senin (21/10). Pelepasan ini ditandai dengan penyematan tanda peserta oleh Bupati Malinau.

Margareta, SE selaku ketua panitia melaporkan bahwa ziarah dan rekoleksi ini akan didampingi langsung oleh Pastor Vikjen selaku Wakil Uskup Keuskupan Tanjung Selor. Adapun peserta ziarah yang diberangkatkan merupakan perwakilan dari tokoh umat yang diseleksi langsung oleh pastor parokinya masing-masing diantaranya Paroki ST Stefanus Malinau (2 orang), Paroki ST. Yohanes Pulau Sapi (2 orang), Stasi ST. Yokobus dan Philipus Sengayan (1 orang), Pengurus Ziarah (2 orang) dan Pastor Pembimbing Rohani (1 orang). Adapun Paroki ST. Lukas Apo Kayan seharusnya 1 orang, namun karena kesulitan dalam mengurus dokumen dan administrasi akhirnya diserahkan ke Paroki ST. Stefanus Malinau.

“Apabila usulan ziarah umat Katolik tahun 2020 dikabulkan, maka jatah Apo Kayan akan diusulkan kembali,” ujarnya.

Sementara itu, ditemui usai melepas rombongan, Bupati Malinau Dr. Yansen TP, M.Si mengatakan bahwa kegiatan ziarah yang dilakukan ini tidak ada bedanya dengan kegiatan keagamaan lainnya seperti Umroh dan Kunjungan Ziarah ke Yerusalem. Semua dilakukan dalam rangka membangun hakikat kehidupan kebersamaan dan keberagaman di Malinau.

“Jadi suasana Malinau yang dibangun. Oleh sebab itu, harapan saya kepada umat Katolik yang berziarah, agar mensyukuri ini sebagai sebuah kesempatan yang kemudian berdampak bagi Kabupaten Malinau,” ujarnya.

Dr. Yansen melanjutkan, kepada beliau yang mendapatkan kepercayaan, sekaligus amanah untuk menjalankan ibadah ziarah ini agar dilakukan dengan sebaik-baiknya. Karena sebagaimana yang dipahami bahwa Malinau membangun prinsip hidup dalam kebersamaan yang tidak lain adalah muatan dari kehidupan berbangsa dan bernegara yang dikenal dengan filosofi Bhinneka Tunggal Ika, yang mana kehidupan berbangsa dan bernegara itu harus mendorong sebuah semangat dari seluruh unsur-unsur kehidupan berbangsa dari segi agama, budaya, adat harus benar-benar dibangun revolusinya sehingga semua bisa mengungkapkan keanekaragaman dan corak yang dimiliki bangsa Indonesia.

“Misal yang beragama a, b, c mereka menampakkan bagaimana hakikat nilai positif dalam agama mereka masing-masing dan ini yang ingin kita bangun sehingga kehidupan di Malinau itu bercorakkan kesatuan nilai hidup beragama,” ungkapnya.

“Jadi saya kira memang ini tidak mudah tetapi itu yang harus kita lakukan. Semua daerah, provinsi mewarnai kehidupan berbangsa dan bernegaranya. Oleh sebab itu semua unsur agama mendapatkan kesempatan yang sama untuk bisa melakukan ziarah ke tempat-tempat yang dianggap suci oleh agama mereka. Itu yang mendasar dan tentu ini akan terus kita dukung,” tuturnya.

“Saya ada untuk semua”“Bersama kita pasti bisa”“Salam harmonis untuk kita semua”

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

* Email Anda tidak akan dipublikasikan. Semua kolom wajib diisi.

Memuat komentar...